Andre Valentino dan Studio Nine Ternyata Made in Indonesia

Fakta ini saya temukan beberapa menit yang lalu dengan bantuan om Google. Kenapa mendadak saya browsing ini? Karena kemarin saya baru saja membeli sepatu (huaaaa….pamernya, sombongnya *jedotin kepala di dinding*). Saya penyuka sepatu dan lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas. Artinya mendingan punya sepatu sedikit tapi awet dibandingkan sepatu murah tapi cepat rusak. Saya pernah mencoba membeli sepatu yang harganya 50.000-70.000, hasilnya cepat rusak. Ya, mungkin saya yang terlalu gedabak-debuk menggunakannya. Nah, karena itulah saya lebih memilih menabung dan membeli sepatu yang memang (menurut saya) kualitas oke, bermerk dan harganya sedikit lebih mahal (belum pernah beli sepatu dengan harga 600,000 ke atas, pengakuan nich…).

Terussss…beberapa hari yang lalu, sepatu Calliope saya patah saudara-saudara, sebangsa dan setanah air! Alas kaki terpatahkan dengan hampir sempurna dan saya baru lihat itu di sela-sela meeting saya. Berasa langsung pusing tujuh keliling. Sepatu Calliope saya ini tidak berhak. Dan sudah berumur hampir 2 tahun. Saya sukaaaa banget sama sepatu ini. Bahan dalam sepatu ini nyaman sekali, lho. Berhubung sepatu datar saya ada dua dan sisanya adalah high heels (yang saya hindari untuk digunakan sehari-hari), akhirnya saya mikir, “Yawda beli sepatu dech nanti. Untuk dipakai ganti-gantian.” Ya sudahlah, akhirnya saya mencari sepatu di Plaza Senayan dan Senayan City, hasilnya nihil. Ada sepatu Calliope (sungguh, saya suka merk ini) yang modelnya sudah saya suka, eh ukurannya tidak ada yang 36 (hahaha…kecil kan ukuran sepatu saya). Dua mall itu tidak memberikan hasil yang kece untuk saya.

Petualangan berlanjut keesokan harinya, tepat kemarin, saya menelepon seorang teman saya yang bekerja sebagai Supervisor Pasaraya Blok M. Saya minta ditemenin mencari sepatu. Datanglah saya ke Lantai Mezanine Pasaraya Blok M. Melimpir kesana kemari. Bingung, tidak ada sepatu yang bagus menurut saya. Teman saya terus mencekoki saya untuk membeli wedges dan dengan berbagai alasan saya menolaknya. Alibi paling kuat adalah malas menggunakan wedges untuk kerja sehari-hari dan jiper dengan haknya yang tebal.

Senangnya hati saya ketika saya menemukan sepatu bagus dengan hak 3 cm merk Studio Nine. Model bagus, harga bersahabat dan yang paling penting saudara-saudara, ukuran saya ada! Hajar!

Nah, pagi ini, saya penasaran saja, dari mana asal Studio Nine. Akhirnya browsing di Google dan hasilnya adalah pengakuan Pak Marga Singgih, GM Andre Valentino Shoes,  Andre Comfort Shoes dan Studio Nine Shoes. Ia mengatakan bahwa banyak orang yang menyangka bahwa produk sepatunya berasal dari luar negeri, yang memang diakui bahwa produk tersebut memang terkenal lebih dulu di Singapura dan Malaysia. Dan, saya adalah salah seorang diantara konsumen yang salah mengira sepatu itu buatan luar negeri. Hahaha….

Sejauh ini, sepatu baru saya nyaman digunakan dan (menurut saya) kece :)

Jadi, bagaimana menurut kalian? Lebih penting harga atau kualitas?

Deva, yang kemarin juga baru tahu bahwa merk sepatu J’uliard buatan Indonesia, January 26, 2011

*Barusan teman saya mentweet info bahwa Zara buatan Cibaduyut! Kaget dan shock!*

 

Tagged , , , ,

9 thoughts on “Andre Valentino dan Studio Nine Ternyata Made in Indonesia

  1. sarah says:

    wah saya pakai sepatu studio nine ini tahan 4 tahun, ampe sol nya mau abis hehehe…tapi masih enak dipake, lagi nyari gantinya dengan merek yang sama

  2. dian says:

    saya penyuka produk andre valentino….model simple, ga neko neko…..sy ounya hampir enam pasang…..oh ya andre valentino juga ngebuar sepatu merek ELLE dan studio nine…..

  3. Alris says:

    Sepatu kerja saya merek yang sering diiklankan di tv: reporter wawancara ibu rumah tangga lagi bersih-bersih abis kebanjiran, hehehe…
    Enam bulan sudah dipakai masih awet, padahal medan yang dilalui licin, berlumpur, cadas dan hutan belantara. Awet, awet, awet….

  4. Don’t judge a book by its title. Judge the book by its cover. :D

    Berdasarkan pengalaman saya, harga tidak berpengaruh terhadap awet-tidaknya sepatu. Usia sepatu saya rata-rata dua bulan, murah atau mahal sama saja. Karena kaki saya terlampau akrab dengan batu dan kerikil, sementara sepatu tidak. :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 359 other followers

%d bloggers like this: