Adalah sebuah buku motivasi untuk memperkuat Indonesia dari segi keuangan yang dibuat oleh seorang perencana keuangan yang kece, siapa lagi kalau bukan Ligwigna Hananto. She’s so amazing. I really like her mind.
Saya mem-follow dia di twitter, dan serasa ada asupan energi positif setiap saya membaca tweet-tweet-nya dia. Serasa bisa menjadi orang kuat dari segi finansial di Indonesia, padahal siapa sich saya?! Kaya juga enggak, tapi Alhamdulillah ada rumah untuk ditinggali, ada penghasilan setiap bulan dan (berusaha) untuk selalu mempunyai tabungan. Lalu apa hubungannya dengan judul “Untuk Indonesia yang Kuat” ?
Dalam buku yang bersampulkan kepalan tangan yang kuat ini, Ligwigna atau di twitter terkenal dengan @mrshananto, ingin menyadarkan kita, kaum muda yang (merasa) berada di kelas menengah untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Wuidih….terdengar idealis? Yes, she is and I believe that we can do it! Terdengar seperti Obama? Yes, karena salah satu alasan atau pendorong terbitnya buku ini adalah ketika Lidwigna mendengarkan pidato Obama (tanpa sengaja) di tv.
Nah, jika kalian mengira buku ini akan menggunakan bahasa yang berat, rumus keuangan yang ribet, buku yang tebal dengan diagram-diagram jungkir balik, u are wrong guys!
Buku ini kece, dari segi sampul, kertas yang digunakan, pilihan warna untuk beberapa penjelasan di beberapa babnya dan terlebih, kekuatan pemilihan bahasa dalam buku ini. Masalah ribet dan ruwet tentang pengelolaan uang jadi terlihat begitu mudah ASALKAN kita berkomitmen untuk menjalankan semua program demi tujuan finansial kita masing-masing.
Baiklah…saya akan berhenti di sini dulu karena saya juga belum selesai baca buku ini. Nanti dech dibikinin reviewnya
Oia, sekedar sharing gak mutu, saya kemarin beli buku ini di Gunung Agung Blok M Plaza dan eng-i-eng….SPG dan SPBnya kesulitan mencari buku ini untuk saya. Di komputer ada judul buku ini, eh pas dicari di raknya tidak ada. Musti cari dulu (entah dimana). Yang pasti, ketika saya memutuskan untuk keluar, di pintu keluar, SPBnya memanggil saya, “Ini Mbak ada. Tinggal 1.” Jelebeb…akhirnya beli juga
Deva, yang geregetan dengan pengelolaan finansial diri sendiri, February 18,2011

February 22, 2011 at 3:56 am
dulu g sering denger talk shownya di Hard Rock fm Jakarta..dari cara dia berbicara memang orang sangat optimis dan cerdas banget..semoga nanti g bisa dapet bukunya..help me with that ya, va..nice piece of blog of urs this one..keep ur godd work ya …:)
February 22, 2011 at 3:59 am
Yawda, seperti yang tadi gw bilang di twitter, lo transfer aja ke gw nanti gw akan kirim ke lo ya
Big hug for u, my dearest friend. We miss u soooooo much, Cha and never boring to say that
February 21, 2011 at 2:50 am
klo udah beres bacanya, gw pinjem yaaa… prinsip ekonomi bgt..
February 21, 2011 at 3:26 am
Whahaha…minjemnya gimana ya??? *bingung*
February 19, 2011 at 1:00 pm
tapi………
pengalaman sy kebanayakan membaca buku dg tema sama justru membuat kita tak segera beraksi…
tp drpd tdk beraksi dan tdk membaca, sy rasa membaca tetep saja lebih baik….
isinya apaan?
resume dan reviewnya dong…
ringkasan jg boleh
February 21, 2011 at 3:25 am
Siap membuat review buku itu tapi saya belum selesai bacanya nich Mas. Heheheh…nanti saya lunasi hutangnya
February 18, 2011 at 4:16 am
wah, gue nggak ngerti manajemen keuangan..kayaknya buku ini bakal jadi obat kesotoyan gue tentang duit, haha
February 18, 2011 at 4:32 am
Gw juga gak ngerti tapi karena sering baca http://www.qmfinancial.com punya Ligwina, gw jadi tertarik ngatur uang
recommended person and book dech..:D
February 18, 2011 at 4:00 am
ternyata tentang pengelolaan keuangan, tah
February 18, 2011 at 4:32 am
Iya, memang dikira tentang apa, tah? *kaya orang Cilegon ngomong pake akhiran tah* are u? ;D
February 18, 2011 at 9:31 am
Kirain tentang nasionalisme ala pemuda-pemuda itu
Seharusnya “tho” biar dikira orang Jawa. Hwehe
February 18, 2011 at 9:36 am
Lho, ini memang ttg nasionalisme, tapi dengan cara financial. Beneran!
February 21, 2011 at 12:36 am
harusnya nasionalisme itu dengan tidak buang sampah sembarangan dan jangan jajan sembarangan…
February 21, 2011 at 3:24 am
Wujud nasionalisme itu bisa berbagai macam Mas, terserah masing-masing orang. Ada yang ahli di bidang seni, dia mewujudkan nasionalismenya dgn cara mbuat acara seni bertema Indonesia, ada travel guide yang berjiwa nasionalisme, dia buat buku ttg indahnya Indonesia. Sama seperti mbak Ligwina yang nasionalismenya ia wujudkan dengan membuat buku yang berisi pembangkitan dan penguatan perekonomian masyarakat kelas menengah.
Mengenai jangan buang sampah sembarangan-> saya selalu ambil foto ttg itu kemana pun saya pergi dan itu bisa dibilang salah satu wujud nasionalisme saya.
Sarah Sechan pun setiap di akhir artikelnya di Fimela.com dia selalu mencantumkan pesan: Jangan buang sampah sembarangan.