Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me

Berpikir tentang Hak

| 8 Comments

Sekitar pukul 6 pagi, saat saya masih akrab bercengkrama dengan kasur sedangkan seisi rumah sudah terjaga dan sibuk dengan kegaduhan, saya mendengar percakapan Mama dan Dicka, salah seorang sepupu kembar yang sedang menginap di rumah.

Ternyata si Dicka mau memakan kue Dicky. Nah berhubung Dicky masih tidur, Dicka pun mengambil kue tersebut tapi langsung dilarang oleh Mama saya.

“Jangan Dicka, itu kue Dicky. Jangan ambil hak orang lain.”

Kata-kata Mama inilah yang membuat saya langsung bangun dan duduk di samping tempat tidur.

Hak? Biasanya ketika langsung bicara tentang hak, mulut kita akan langsung mengeluarkan kata “kewajiban”. Dua kata yang jarang terpisahkan. Dua kata yang selalu disimpulkan “dahulukan kewajiban, baru menuntut hak”.

Kata-kata Mama tentang “jangan ambil hak orang lain” membuat saya teringat percakapan saya dengan seorang teman, tepatnya kemarin saat pulang kerja. Teman saya ini bekerja di sebuah perusahaan outsourching. Dia mengeluhkan hubungan dengan bosnya yang tidak harmonis. Jadi, teman saya ini sering sekali mengusulkan kepada bosnya mengenai kenaikan gaji untuk para karyawan kontrak yang sebenarnya berhak mendapatkan kenaikan gaji setiap penambahan masa kontrak tapi kenyataannya tidak demikian. Yang terjadi justru teman saya dibentak oleh bosnya.

Royalty-free Image: Homeless Person Kneeling in Corner and Begging

Should we begging to get our rights?

Saya kembali berpikir sedemikian sulitnya seseorang untuk memperoleh hak setelah semua kewajiban dijalankan.

Dan sedemikian sulitnya pula bagi seseorang menuntaskan kewajibannya untuk memberikan hak yang pantas diberikan kepada orang lain.

“Jangan ambil hak orang lain” cukup membuat saya tertampar pagi ini. Hingga saat saya menulis tulisan ini, saya masih bertanya ke diri sendiri, “Apakah saya pernah mengambil hak orang lain?”

Deva

Author: ladeva

Blogger and love travelling :)

8 thoughts on “Berpikir tentang Hak

  1. Mudah2an gak pernah yak dev kita ngambil hak orang lain.. dan ya klo soal kewajiban yg musti kita usahakan sendiri kan yak :)

  2. Ya, kadang keserakahan manusia bisa membutakan mata mereka akan kewajiban yang perlu dilakukan atau hak yang perlu diberikan.

  3. Makanya sekarang zamannya pasca bayar, hak diambil duluan, kewajiban belakangan :D .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 156 other followers