Sekitar pukul 6 pagi, saat saya masih akrab bercengkrama dengan kasur sedangkan seisi rumah sudah terjaga dan sibuk dengan kegaduhan, saya mendengar percakapan Mama dan Dicka, salah seorang sepupu kembar yang sedang menginap di rumah.
Ternyata si Dicka mau memakan kue Dicky. Nah berhubung Dicky masih tidur, Dicka pun mengambil kue tersebut tapi langsung dilarang oleh Mama saya.
“Jangan Dicka, itu kue Dicky. Jangan ambil hak orang lain.”
Kata-kata Mama inilah yang membuat saya langsung bangun dan duduk di samping tempat tidur.
Hak? Biasanya ketika langsung bicara tentang hak, mulut kita akan langsung mengeluarkan kata “kewajiban”. Dua kata yang jarang terpisahkan. Dua kata yang selalu disimpulkan “dahulukan kewajiban, baru menuntut hak”.
Kata-kata Mama tentang “jangan ambil hak orang lain” membuat saya teringat percakapan saya dengan seorang teman, tepatnya kemarin saat pulang kerja. Teman saya ini bekerja di sebuah perusahaan outsourching. Dia mengeluhkan hubungan dengan bosnya yang tidak harmonis. Jadi, teman saya ini sering sekali mengusulkan kepada bosnya mengenai kenaikan gaji untuk para karyawan kontrak yang sebenarnya berhak mendapatkan kenaikan gaji setiap penambahan masa kontrak tapi kenyataannya tidak demikian. Yang terjadi justru teman saya dibentak oleh bosnya.
Saya kembali berpikir sedemikian sulitnya seseorang untuk memperoleh hak setelah semua kewajiban dijalankan.
Dan sedemikian sulitnya pula bagi seseorang menuntaskan kewajibannya untuk memberikan hak yang pantas diberikan kepada orang lain.
“Jangan ambil hak orang lain” cukup membuat saya tertampar pagi ini. Hingga saat saya menulis tulisan ini, saya masih bertanya ke diri sendiri, “Apakah saya pernah mengambil hak orang lain?”
Deva

December 31, 2011 at 2:51 am
Mudah2an gak pernah yak dev kita ngambil hak orang lain.. dan ya klo soal kewajiban yg musti kita usahakan sendiri kan yak
December 31, 2011 at 4:30 am
Aamiiin…mdh2an gak ada yang kita ambil haknya. Tentang kewajiban ya harus sadar diri aja ya
December 29, 2011 at 8:47 am
Ya, kadang keserakahan manusia bisa membutakan mata mereka akan kewajiban yang perlu dilakukan atau hak yang perlu diberikan.
December 29, 2011 at 8:50 am
Jadi mikir, selain makanan, aku serakah ke apa lagi ya?
December 29, 2011 at 4:28 pm
setuju sama zilko… on every word… hahaha ketauan keabis ide mau komen apa..
semoga dirimu belum pernah mengambil hak orang lain.. semoga diriku juga ga pernah..
December 29, 2011 at 4:30 pm
Yup, semoga kita berdua gak pernah ambil hak orang lain *masih mikir*
December 29, 2011 at 3:07 am
Makanya sekarang zamannya pasca bayar, hak diambil duluan, kewajiban belakangan
.
December 29, 2011 at 3:09 am
Analogi yang tepat, Cahya…