Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me

No Title

| 10 Comments

Semalam hingga dini hari, saya chatting dengan seorang teman yang berada di Perancis. Tumben sekali kami berdiskusi intens tentang isu hubungan internasional yang sedang terjadi saat ini. Dimulai dari membahas Kim Jong Un yang menggantikan Kim Jong Il sebagai pemimpin Korea Utara, beralih lagi mengenai proses pendekatan yang dilakukan Cina pasca terpilihnya Kim Jong Un demi melawan Amerika Serikat, kemudian membaca peta pengelompokan negara-negara komunis sosialis melawan kapitalisme-nya Amerika Serikat, hingga berujung kepada krisis keuangan yang terjadi di Yunani dan berimbas kepada negara-negara Uni Eropa (UE), termasuk negara teman saya ini.

Teman saya mengatakan bahwa ada 2 pilihan langkah yang sedang dipikirkan untuk menangani isu krisis keuangan ini yaitu yang pertama membentuk negara federal Eropa seperti Amerika atau meningkatkan kerjasama antara negara-negara Eropa. Bagi teman saya, ia lebih memilih pilihan pertama daripada pilihan kedua karena menurutnya, ini yang paling rendah tingkat resikonya.

Saya pun akhirnya bertanya bagaimana proses pergantian bentuk UE menjadi negara federal? Apakah presiden UE akan dihapus? Tapi teman saya bilang, presiden UE tidak dihapus, perannya akan sama seperti Obama sebagai presiden Amerika Serikat.

Pertanyaan selanjutnya adalah lantas jika tidak dihapus, apa pembeda UE dengan bentuk negara federal? Teman saya menjawab kemungkinan besar power yang dimiliki akan lebih besar. Saya mengerenyutkan dahi, masih belum mengerti.

Kesal sendiri karena menyesal pada saat kuliah saya tidak terlalu tertarik setiap mata kuliah Uni Eropa (bahkan saya sudah lupa nama persis mata kuliah ini). Teman saya pun mencoba menjelaskan perbedaan UE dan negara federal tapi saya sungguh belum mengerti jelas. Ia pun menyerah, “Ya, too complicated”. Hahahaha….

Teman saya bertanya apakah tahun depan Indonesia akan ada pemilu? Saya menjawab bahwa pemilu baru akan ada di tahun 2014 tapi sejak sekarang para politikus sudah siap melaksanakan strategi mereka.

Ternyata Perancis akan mengadakan pemilu tahun depan dan teman saya masih belum tahu akan memilih siapa. Alasannya klise, sama seperti alasan saya, para politikus terlalu banyak membuat janji tapi tidak dilaksanakan.

Tidak terasa chat tersebut memakan waktu kurang lebih 2 jam. Mata sudah lumayan mengantuk. Tapi chat tersebut membuat rasa rindu dengan masa-masa kuliah, kembali muncul.

Ah, belakangan ini terlalu banyak memori yang mendadak menyeruak di pikiran saya. Respice, adspice, prospice.

Deva

About these ads

Author: ladeva

Blogger and love travelling :)

10 thoughts on “No Title

  1. Eh kalau UE jadi.negara federal gimana nasib presiden ditiap negara? hanya jadi semacam gubernur dinegara bagian bukan?? aahh kamu aja bingung dev. apalagi aku.. :P

  2. Sepertinya seru juga ya kalau UE jadi negara federal semacam Amerika, hmm. Tapi menurutku ini bakal menghadapi reaksi-reaksi negatif pedas terlebih dahulu nih; karena ini berarti kan ke-individualis-an masing-masing negara bakal berkurang banyak. Nilai-nilai historis dan sensitif masing-masing negara bisa tereduksi juga tuh, hmmm. Tapi we will see deh.

    Mungkin bisa jadi lho, inilah “perubahan besar” yang diramalkan suku Maya yang akan terjadi tahun 2012 ;) *lho, topiknya nyasar ke tempat lain lagi, hahahaha :lol: *.

    Btw, kalau misalnya beneran bakal jadi satu negara federal, kira-kira bakal ada satu bahasa resmi nggak ya di Eropa? Kira-kira bahasa apa ya??

    • Tapi Ko, bukannya dengan sebuah negara menjadi negara anggota UE maka sisi keindividualitasannya memang telah berkurang? Ampe sekarang, aku masih belum paham perbedaan konsep UE dengan negara federal :)

      Hahahha…langsung nyambung ke ramalan suku Maya…

      Mmm tentang bahasa ya? Well, rada susah ya. Maksudku Inggris aja gak mau ganti mata uang, apalagi kalau harus ada bahasa resmi segala, entah…

      • UE itu (setahu aku ya, aku bukan orang dari bidang yang mempelajari masalah hubungan-hubungan internasional kayak gini; jadi maafkan kalau salah atau pengetahuanku cetek, hehehe :) ) setahuku semacam “organisasi” ekonomi gitu. Jadi bukan negara federal gitu deh. Mungkin bisa dilihat UE itu, in a way, mirip-mirip deh sama ASEAN gitu deh. Jadi individualitas masing-masing anggota masih terjaga. Sama kayak di ASEAN, Indonesia ya masih Indonesia, Malaysia ya masih Malaysia, dll. Di UE juga gitu kan, Belanda ya masih Belanda, Prancis ya masih Prancis, dll. Maksudku, kalau UE beneran jadi “negara federal” kayak Amerika, hubungan masing-masing negaranya jadi semakin melebur lagi, dan makin luntur deh ke-individualis-an masing-masing negara. Bayangin aja kayak andai ASEAN jadi negara gitu. Memang kompleks sih pengertiannya, hahaha. Dan UE dengan Schengen itu berbeda loh. Cukup banyak yang mencampur-adukkan soalnya

        Yoi, kayaknya bukan bahasa Inggris deh; dan mungkin juga bukan Belanda soalnya Belanda kan kecil. Jadi kayaknya kemungkinannya tiga: Jerman, Prancis, ato Spanyol, hmmm.

      • Bwhahaha bingung juga ya Zilko. We’ll see lah ntar jadinya kayak gimana :D

  3. haduh dev, berat banget pembahasannya… hahaha

  4. Chating memang mirip dengan ngerumpi, hanya beda satu diucapkan dan satunya ditulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers