“Rasanya tadi aku serasa pulang ke rumah Ndra…”
Itu adalah sepenggal isi pembicaraanku kepada Hendra semalam, di telepon. Perasaan suka cita membanjiri adrenalinku dan tanpa terbendung.
Saya: “Aku tadi pagi hampir jatuh dari motor lho.”
Hendra: “Kok bisa?”
Saya: “Iya, kalau naik motor bareng Abang harus banyak baca doa”
Hendra: “Iya…baca dah yang banyak.”
Saya: “Kok kamu gak kedengaran khawatir aku mau jatuh dari motor?”
Hendra: “Apa aku masih harus khawatir sama kamu kalau suara kamu aja ceria dan semangat banget malam ini?”
Hahaha…memang semalam, sekali lagi, rasa bahagia tidak bias ditutupi dari saya. Bahkan saya yang biasanya pulang kerja malas untuk membicarakan apa pun, yang berhubungan dengan pekerjaan, di rumah, semalam jadi sangat terbuka dengan Mama.
***
Pada saat pertama kali aku mendapat undangan dari kantor Kemang untuk buka bersama, saya langsung menyanggupi untuk datang. Tapi di sisi lain, berdoa semoga suasananya tidak akan kaku. You know…sometimes you have feeling that when you are gone, they will forgetting you. Dan itu yang saya rasakan.
Ketika membuka pintu restoran pun berharap semoga semua lancar.
Saya melihat punggung besar itu. Yang tidak lain adalah punggung guru saya.
Saya menepuknya. Dia kaget. “Hey Devaaa!”
Suasana cair seketika.
Suapan pertama, dia menanyakan: “Gimana projek kamu?”
Tanpa bisa menahan, saya pun bercerita tentang projek yang sedang saya jalani.
Di meja itu, di tempat yang sama setahun yang lalu dan dua tahun lalu, ya…kami selalu berbuka puasa di restoran yang sama di samping kantor, ada 3 anak baru. Dua orang pengganti saya untuk sementara dan satu orang anak magang.
Merasa penuh.
Saya pun bertanya bagaimana perkembangan kantor Kemang saat ini.
Senang, bisa mendengar cerita Bos saya.
Rasa nyaman ternyata masih ada di sini. Menenangkan sekali bertemu mereka. Mungkin rasanya seperti seseorang yang sudah lama bepergian dan akhirnya kembali ke rumah.
Seperti burung yang terbang tinggi dan kembali ke sangkarnya untuk menetap (kembali).
Deva

August 3, 2012 at 9:34 pm
hahaha, memang terasa banget bahagianya Dev.
Btw, kayaknya aku pernah loh ke restoran yang di foto itu
Tapi gak yakin juga ding, kan itu ada beberapa cabang gitu ya di Jakarta dan siapa tahu interiornya mirip-mirip, hmmm….
August 6, 2012 at 4:03 am
Sate Senayan?
August 6, 2012 at 8:37 am
Ho oh, disitu Dev. Tapi ini restoran kan ada banyak cabangnya kan ya, hahaha. Aku dulu makan yang lokasinya gak gitu jauh dari Monas tuh, di daerah Menteng kalo nggak salah, huahaha… .
August 3, 2012 at 9:16 am
ah ngebacanya kerasa bahagia jugaaa.. ::D
August 3, 2012 at 9:18 am
Hehehe berasa juga ya Mel? Makasih ya
August 3, 2012 at 9:12 am
Waaahh.. kantornya gak terlalu rame ya ternyata dev.. Jd pengen balik gak tuh?
August 3, 2012 at 9:13 am
Cuma 5 orang pas aku di sana, sekarang udah 7 orang dech kayaknya…
August 3, 2012 at 5:02 am
Ha ha…, kursi lamamu sudah keisi
.
August 3, 2012 at 5:06 am
Iyaaaaa…hah, tapi kursiku di hati teman2 kantor belum ada yang gantiin #eh
August 3, 2012 at 5:15 am
Ha ha…, ndak ada yang gantiin memang, boros banget beli kursi baru, kan tinggal ditempati yang lain, buat apa diganti?
.
August 3, 2012 at 5:24 am
Sial kao! Puji dikit kek hahhaa…
August 3, 2012 at 6:32 pm
Bahaya Dev, semakin tinggi dilambungkan, semakin sakit kalau jatuh
.
August 3, 2012 at 3:51 am
wadoohh mau jatoh dari motor masih bisa bahagia apalagi nanti klo jatoh bneran mbak
iya ya klo ketemu orang yang dket banget sama kita suka kangen
August 3, 2012 at 5:04 am
Yup….kangen banget sama mereka makanya happy pas ketemu!