Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me


16 Comments

Nulis Buku, Puisi, dan Saya

Kepadamu, Pahlawanku adalah sebuah buku yang dirancang oleh @bergeraksastra untuk mengumpulkan dana bagi keberlangsungan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin. Saya lupa tepatnya kapan buku ini dilaunching, yang pasti sekarang sudah bisa dibeli di Nulis Buku.

Di dalam buku ini saya menyumbang sebuah puisi yang judulnya “Air, Gaduh, dan Dia”. Puisi ini menceritakan sosok pahlawan bagi hidup saya dan tidak lain puisi ini saya dedikasikan untuk “Dia”. Siapakah “Dia” itu? Silahkan cari sendiri di buku tersebut, hehehe…promosi.

Entah berapa puisi yang berhasil dikumpulkan oleh @bergeraksastra tapi jumlah puisi yang masuk di dalam buku ini sebagai hasil seleksi adalah sebanyak 65 karya. Masing-masing penulis harus menulis karya dalam 100 karakter tentang pahlawan dalam hidupnya, jadi tidak terbatas dalam title “Pahlawan Nasional”.

Ini covernya:

Lalu beberapa bulan sebelumnya juga (serius, saya lupa tanggalnya) Nulis Buku me-launching sebuah buku yang judulnya Surat Terakhir untuk Penghuni Mars (terdiri dari 7 serial buku) dan Surat Terakhir untuk Penghuni Venus (terdiri dari 2 serial buku). Nah, tulisan saya ada di Surat Terakhir untuk Penghuni Mars serial kedua dan hanya bisa dibeli di Nulis Buku. Lagi dan lagi, semua hasil penjualan buku ini untuk disumbang lho. Jadi, ayo beli! Bwhahaha….

Ini dia covernya:

Selain kedua buku di atas, tulisan saya juga pernah dipublish di buku Dear Papa No 1, Dear Papa No 2, dan Curhat Cinta Colongan dan masih ada 1 buku sich yang ter-pending untuk di-publish. Mudah-mudahan bisa segera publish. Aamiiin.

Ada beberapa teman yang bertanya kepada saya, “Kenapa sich Dev lo gak bikin buku sendiri dan terbitin sendiri?”

Ya, saya cuma bisa bilang bahwa materi untuk buku sendiri (niatnya sich ingin punya buku puisi sendiri) belum begitu banyak. Masih dalam proses. Nah, daripada nunggu sampai bisa bikin buku sendiri ya kenapa tidak ikutan komunitas menulis saja terlebih dulu? Bisa dibilang “bikin nama” dulu lah. Jadi, paling tidak, sudah ada portfolio-nya gitu. Sesederhana itu kok. Tidak muluk-muluk, kan?

Tapi ada juga satu orang yang mengatakan, “Lo itu belum pernah bikin buku sendiri kayak gw! Karena tulisan lo itu gabung sama tulisan orang-orang lain. Jadi jangan bangga dulu!”

Bwhahaha…terkesan menyebalkan banget ya yang ngomong itu. Tapi ya itu kan sudut pandang dia. Saya selalu tidak mau ambil pusing dengan pendapat orang yang seperti itu. Berusaha ambil positifnya saja, “Ooo…mungkin dia lagi berusaha memotivasi saya dengan kata-kata pedas.” Lagi pula, ya mungkin dia hanya ingin mengatakan bahwa “Hei, gw ini guru matematika keren yang sudah pernah nulis 1 buku matematika dengan tangan gw sendiri.” Hahaha…kasihan banget jika harus mendapat pengakuan dengan cara merendahkan orang lain. Eh, sebentar dech, kok saya jadi emosi?

Jujur saja sich kalau dulu saya tidak follow Nulis Buku di Twitter, mungkin saya tidak akan pernah punya buku yang didalamnya ada tulisan saya, kecuali buku skripsi, buku puisi dengan tulisan tangan saya, newsletter kampus, buku diary dan kecuali laporan-laporan kerjaan saya. Hehehe…

Nah, sebagai rasa terima kasih saya ke Nulis Buku dan sebagai bentuk eksistensi saya di Nulis Buku (bwahhaha…padahal belum dikenal juga sich ya), saya pun ikutan proyek terbaru mereka yaitu #11project11days untuk memperingati ulang tahun Nulis Buku yang pertama. Katanya tulisan yang berhasil dijadikan buku adalah hasil seleksi tim Nulis Buku. Ternyata oh ternyata, tulisan saya masuk di daftar mereka. Judul bukunya Salah serial ke-2. Tulisan yang saya sumbangkan berupa puisi. Buku ini baru akan di-launching BESOK hari Jumat tanggal 11 November 2011 di EsTeler77 Darmawangsa. Belum tahu harganya berapa. Sekali lagi, semua hasil penjualan akan disumbangkan lho :)

Buku ini terinspirasi dari Lagu Potret "Salah"

Jika untuk mewujudkan sebuah mimpi diperlukan kerja keras dan doa serta keyakinan,

maka biarkan aku di sini.

Aku tidak hanya ingin sekedar bermimpi

Tapi aku akan merancang jalan menuju ke sana,

berusaha tanpa menghitung waktu dan kucuran keringat,

berdoa dan yakin bahwa kelak,

mimpi akan terwujud.

Last but not least, happy fabulous birthday to Nulis Buku.

Deva


12 Comments

Romansa Malam Ini Dengan Papa

Ah, menyenangkan bisa membuat sebuah momentum untuk mengatakan bahwa aku sayang dengan beliau. Perkataan yang tidak diungkapkan dengan kata tapi dengan sikap, dan saya yakin bahwa beliau menangkap maksud saya.

Berawal dari ulang tahun beliau di tanggal 10 Maret lalu. Saya menghadiahinya sebuah frame foto cover buku perdana saya. Rasanya seperti ada angin berhembus di punggung saya dan membuat saya ingin memeluk papa tapi niat itu saya urungkan. Malu, alasan saya.

Papa hanya singkat menjawab, “Makasih ya Nak.”

Dan frame itu terpajang di ruang tamu, di bawah foto wisuda saya. Ah, mengingat wisuda membuat saya teringat 2 tahun lalu. Ketika itu, Alhamdulillah, saya diberi amanah menjadi seorang mahasiswi dengan IPK tertinggi di fakultas, fisip universitas saya. Rasanya menyenangkan memberikan bangku VIP kepada orang tua dan kakak saya untuk hadir di upacara berharga tersebut. Rasanya ingin berteriak di hadapan semua teman-teman saat menyaksikan papa saya berpidato mewakili orangtua mahasiswa se-universitas dengan IPK tertinggi. Tapi lagi, lagi saya urungkan niat itu. Saya hanya bisa tersenyum dan tersenyum mendengarkan suara papa saya yang biasanya tinggi, mendadak rendah, saya kenal nuansa suara itu, sendu. Semoga kesenduan yang berbalurkan bahagia.

Ah, Papa. Beliau luar biasa. Dua surat yang saya tulis di buku #DearPapa jilid 1 dan 2 tidak cukup menggambarkan rasa sayang saya ke beliau.

Hari ini, #DearPapa saya berikan kepada papa dengan penuh diplomatis. Saking malunya, saya harus mengatur strategi agar tidak terkesan cengeng, agar papa tidak tahu bahwa saya begitu malu memperlihatkan buku ini ke beliau.

Pulang kerja, saya melihat kondisi rumah. Seperti biasa, ribut dengan suara anak kecil. Waktu makan malam tiba. Papa mengajak saya untuk makan malam bersama. Saya pun menyetujuinya. Dengan santai dan jantung yang tampaknya berusaha santai pula sambil mulut mengunyah nasi, saya berkata, “Pa, buku Deva udah ada.” Papa langsung bertanya, “Mana?” Saya jawab, “Ada di depan, nanti deva ambilin.” Terus kami bicara singkat mengenai proses pembuatan buku tersebut. Tidak lama setelah itu, papa selesai makan langsung ke ruang tamu. Bertanya kepada kakak ipar saya, “Mana buku Deva?”

Dessss….saya malu. Saya memilih untuk membereskan makanan dan duduk santai sejenak dan pergi keluar rumah, sebentar. Sebelum keluar rumah, saya masuk ke kamar papa dengan alasan untuk mengambil sesuatu, dan di situ saya lihat papa sedang membaca buku saya di tempat tidur.

Saya: “Papa nemu tulisan deva?”

Papa: “Iya, tulisannya bagus”

Saat menjawab pertanyaan saya, papa menoleh ke arah saya dan ya, hidung papa merah. Nuansa mata dan irama suara itu saya mengenalnya, sama seperti ketika papa berpidato di wisuda saya.

Saya lega, tapi malu. Akhirnya saya memutuskan untuk jadi keluar rumah sejenak. Di belakang saya, saya mendengar papa memuji saya di depan mama. Ah, papa, saya jadi tambah malu.

Sungguh, saya malu. Malu atas ketidakmudahan saya untuk mengatakan saya sayang papa. Di luar kondisi bahwa kami sering berbeda pendapat, rasa sayang saya, layaknya anak lain di dunia ini, ke papa tidak pernah berkurang sedikit pun.

Ketika saya menulis tulisan ini, giliran mama yang sedang membaca buku saya. Jadi ingat awal perkataan mama saat memegang buku saya, “Jadi, ini buku tentang papa-papa yach?” Saya hanya bisa tertawa dan meledek mama, “Iya, buku tentang mama kan banyak, hehehe…” Mama pun juga tertawa.

Ah, malam ini indah. Sungguh indah. Romansa tercipta karena buku keroyokan antar penulis yang belum saling mengenal hingga malam ini. Keajaiban dunia internet.

Papa, Mama, I love u so…

Deva


13 Comments

Saya Membuat Buku

Yaaaa….oh my goodness, saya pengen banget teriak dan berkata “Ananda Ladeva Gumanti bikin buku lhooooo…”

Hahaha…rasanya membuncah luar biasa. Buku apa? Kok bisa? Sombongnya :P

Dimulai dari mem-follow nulisbuku.com dan akhirnya terbuka kesempatan menulis buku. Yup, ceritanya adalah nulis buku selalu rajin untuk mengajak orang-orang yang mau menjadi penulis. Berbagai tema disodorkan di twitter. Dan saya pun akhirnya mendaftarkan diri untuk ikutan nulis buku. Tema yang saya ikuti ada 3 yaitu tentang kumpulan surat cinta anak ke ayahnya (Dear Papa), curhat cinta colongan dan surat untuk jodohku. Di antara ketiga buku ini, yang sudah siap launching adalah DEAR PAPA jilid 1-6, yup launching. Can u imagine? Launching. Artinya: setiap orang bisa membeli buku yang ada tulisan saya di dalamnya. WOW….!

Cover Dear Papa jilid 1

Jumat tanggal 11 Maret 2011 akan menjadi awal dari pewujudan cita-cita dari kecil dan passion saya.

Alhamdulillah….

Duh, speechless banget. Terima kasih Allah :)

Info:

  1. Dear Papa hanya bisa dibeli di nulisbuku[dot]com
  2. Semua hasil penjualan buku ini akan disumbangkan ke panti jumpo di Surabaya
  3. Yup, semua penulis di buku ini tidak ada yang mendapatkan royalty. Whuaaa…beramal ayoooo beramal :)

Deva, yang membuncah banget, March 9,2011

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 156 other followers