Kepadamu, Pahlawanku adalah sebuah buku yang dirancang oleh @bergeraksastra untuk mengumpulkan dana bagi keberlangsungan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin. Saya lupa tepatnya kapan buku ini dilaunching, yang pasti sekarang sudah bisa dibeli di Nulis Buku.
Di dalam buku ini saya menyumbang sebuah puisi yang judulnya “Air, Gaduh, dan Dia”. Puisi ini menceritakan sosok pahlawan bagi hidup saya dan tidak lain puisi ini saya dedikasikan untuk “Dia”. Siapakah “Dia” itu? Silahkan cari sendiri di buku tersebut, hehehe…promosi.
Entah berapa puisi yang berhasil dikumpulkan oleh @bergeraksastra tapi jumlah puisi yang masuk di dalam buku ini sebagai hasil seleksi adalah sebanyak 65 karya. Masing-masing penulis harus menulis karya dalam 100 karakter tentang pahlawan dalam hidupnya, jadi tidak terbatas dalam title “Pahlawan Nasional”.
Ini covernya:
Lalu beberapa bulan sebelumnya juga (serius, saya lupa tanggalnya) Nulis Buku me-launching sebuah buku yang judulnya Surat Terakhir untuk Penghuni Mars (terdiri dari 7 serial buku) dan Surat Terakhir untuk Penghuni Venus (terdiri dari 2 serial buku). Nah, tulisan saya ada di Surat Terakhir untuk Penghuni Mars serial kedua dan hanya bisa dibeli di Nulis Buku. Lagi dan lagi, semua hasil penjualan buku ini untuk disumbang lho. Jadi, ayo beli! Bwhahaha….
Ini dia covernya:

Selain kedua buku di atas, tulisan saya juga pernah dipublish di buku Dear Papa No 1, Dear Papa No 2, dan Curhat Cinta Colongan dan masih ada 1 buku sich yang ter-pending untuk di-publish. Mudah-mudahan bisa segera publish. Aamiiin.
Ada beberapa teman yang bertanya kepada saya, “Kenapa sich Dev lo gak bikin buku sendiri dan terbitin sendiri?”
Ya, saya cuma bisa bilang bahwa materi untuk buku sendiri (niatnya sich ingin punya buku puisi sendiri) belum begitu banyak. Masih dalam proses. Nah, daripada nunggu sampai bisa bikin buku sendiri ya kenapa tidak ikutan komunitas menulis saja terlebih dulu? Bisa dibilang “bikin nama” dulu lah. Jadi, paling tidak, sudah ada portfolio-nya gitu. Sesederhana itu kok. Tidak muluk-muluk, kan?
Tapi ada juga satu orang yang mengatakan, “Lo itu belum pernah bikin buku sendiri kayak gw! Karena tulisan lo itu gabung sama tulisan orang-orang lain. Jadi jangan bangga dulu!”
Bwhahaha…terkesan menyebalkan banget ya yang ngomong itu. Tapi ya itu kan sudut pandang dia. Saya selalu tidak mau ambil pusing dengan pendapat orang yang seperti itu. Berusaha ambil positifnya saja, “Ooo…mungkin dia lagi berusaha memotivasi saya dengan kata-kata pedas.” Lagi pula, ya mungkin dia hanya ingin mengatakan bahwa “Hei, gw ini guru matematika keren yang sudah pernah nulis 1 buku matematika dengan tangan gw sendiri.” Hahaha…kasihan banget jika harus mendapat pengakuan dengan cara merendahkan orang lain. Eh, sebentar dech, kok saya jadi emosi?
Jujur saja sich kalau dulu saya tidak follow Nulis Buku di Twitter, mungkin saya tidak akan pernah punya buku yang didalamnya ada tulisan saya, kecuali buku skripsi, buku puisi dengan tulisan tangan saya, newsletter kampus, buku diary dan kecuali laporan-laporan kerjaan saya. Hehehe…
Nah, sebagai rasa terima kasih saya ke Nulis Buku dan sebagai bentuk eksistensi saya di Nulis Buku (bwahhaha…padahal belum dikenal juga sich ya), saya pun ikutan proyek terbaru mereka yaitu #11project11days untuk memperingati ulang tahun Nulis Buku yang pertama. Katanya tulisan yang berhasil dijadikan buku adalah hasil seleksi tim Nulis Buku. Ternyata oh ternyata, tulisan saya masuk di daftar mereka. Judul bukunya Salah serial ke-2. Tulisan yang saya sumbangkan berupa puisi. Buku ini baru akan di-launching BESOK hari Jumat tanggal 11 November 2011 di EsTeler77 Darmawangsa. Belum tahu harganya berapa. Sekali lagi, semua hasil penjualan akan disumbangkan lho
Jika untuk mewujudkan sebuah mimpi diperlukan kerja keras dan doa serta keyakinan,
maka biarkan aku di sini.
Aku tidak hanya ingin sekedar bermimpi
Tapi aku akan merancang jalan menuju ke sana,
berusaha tanpa menghitung waktu dan kucuran keringat,
berdoa dan yakin bahwa kelak,
mimpi akan terwujud.
Last but not least, happy fabulous birthday to Nulis Buku.
Deva


