Pernah gak sich merasa kalo, “Ish…buku impor mahal banget! Gak redo ngeluarin duitnya!”
Saya sich sering kayak gitu. Masih ingat dulu jaman kuliah waktu lagi skripsi, butuh banget bukunya Muhammad Yunus, biografinya kalo gak salah dan nitip dibawain sama kakak yang kebetulan akan datang ke Jakarta. Kok ya repot? Ya abisan gimana, kalau beli mahal banget.
Jadi ya gitu…
Emang sich mahal atau murah relatif ya. Ada yang bilang 300ribu untuk satu buku ya murah tapi ada juga yang melotot sambil bilang, “GILA MAHAL BANGET, MENDINGAN BELI KAOS ZARA DECH!”
Ya…itu tergantung list prioritas masing-masing orang jadinya kan?
Nah, berhubung saya lagi semangat banget untuk semakin sering baca novel impor, saya jadi lagi sering berburu buku impor dech. Saya paham banget kalau buku impor itu jarang euy di Gramedia. Waktu pulang kantor, saya minta ditemenin Suami ke Gramedia Gandaria City untuk cari novel impor asyik dan hasilnya…ya gak nemu. Mentok adanya Paulo Coelho, Daniel Steel, sama apa gitu. Gak hapal. Banyak yang bilang kalau Paulo Coelho bagus. Iya kuote nya Coelho sering beredar di timeline twitter saya tapi untuk baca novelnya…mmm belum tertarik.
Kalau novel yang serius, saya masih ngincer Haruki Murakami. Tapi gimana ya…otak saya lagi butuh yang sederhana aja. Gak lain gak bukan ya Sophie Kinsella.
Harga rata-ratanya sich masih di bawah 100 ribu dech
Terus apa hubungannya sama Reading Walk, yang ditulis di judul tulisan ini?
Hubungannya adalah…
Kalau ada yang mau baca buku impor tapi merasa gak mau beli, yawda minjem aja di Reading Walk. Murah kok.
Kira-kira sebulan lalu, untuk pertama kalinya saya minjem buku dari Reading Walk yang judulnya “The Time Traveler’s Wife”. Impor dan soft copy. Kondisinya oke banget plus disampulin pula. Tambahan lagi, gak ada kertas yang terlipat karena Reading Walk menyediakan pembatas buku di dalamnya. Horray gak tuch?
![]()
Berapa lama ya saya minjemnya? Mmm…2 minggu. Kena biaya Rp 37 ribuan. Dianter ke kantor via kurir. Dan yang bikin saya kagum ke kurirnya adalah karena pada saat saya balikin buku, saya lihat daftar peminjam bukunya Reading Walk buanyuak banget! Itu tas ransel kurirnya aja gede dan dia bilang kalau isi tasnya ya buku semua! Ckckckck…
Selain itu, Reading Walk juga bisa jadi wadah untuk menyewakan buku kita. Saya sempat tuch email Reading Walk untuk bertanya mengenai hal ini lebih lanjut dan ini jawaban mereka:
Terimakasih atas ketertarikan kamu pada sistem Titip Buku ReadingWalk.
Secara garis besar, bila kamu menitipkan buku di ReadingWalk, setiap kali buku kamu disewa oleh member kami, maka kamu akan memperoleh share atau bagian dari hasil penitipan tersebut.
Lebih detailnya mengenai perhitungan bagi hasil, lama periode penitipan buku, dsb, dapat dibaca di attachment yang ada di email ini. Kami juga melampirkan template perjanjian (bila nantinya terjadi kesepakatan).
Dan bila kamu merasa ingin bergabung dengan sistem Titip Buku ini, mohon isi Daftar Buku Untuk Dititipkan yang juga kami lampirkan dalam email ini.
Kalau kamu masih bingung atau masih ada pertanyaan, feel free to contact us!
Jadi daripada berkeluh kesah karena harga buku impor yang emang mahal, saya sich mau coba-coba minjem lagi sama Reading Walk.
Eh, jangan-jangan di sini udah pada nyobain Reading Walk juga ya?
Deva









