Dari sisi saya pribadi, kuote itulah yang menarik untuk dianalisa dalam artikel berita di website VOA hari Senin (12/12/11) lalu yang berjudul “Obama, Maliki Puji ‘Babak Baru’ Tanpa Tentara AS di Irak”.
Di dalam artikel tersebut, dituliskan:
“Obama mengatakan rakyat Irak punya rekan abadi bersama Amerika, mitra yang akan menawarkan dukungan dalam membangun fondasi ekonomi, keamanan dan demokrasi. Ia memperingatkan negara-negara lain untuk “tidak campur tangan di Irak” setelah penarikan tentara Amerika. Amerika, katanya, sebaliknya tidak akan “menunjukkan kehadiran yang besar.”
Kenapa menarik? Karena peringatan agar negara lain tidak campur tangan di Irak, justru keluar dari negara yang telah ikut campur di Irak, yaitu Amerika. Hal ini mengingatkan saya, ketika itu di tahun 2007 saat masih kuliah, saya pernah membuat makalah yang dipresentasikan di depan seluruh mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia. Kalau tidak salah, pokok pembahasannya mengenai seberapa efektifnya penerapan democracy by force yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Irak pasca invasi tahun 2003.
Ya maklum lah ya, jamannya kuliah teori analisa politik internasional lumayan ingat, jangan tanya sekarang dech. Hehehhee…tapi yang saya masih pegang teguh adalah bahwa tidak ada satu pun negara yang berhak untuk memaksakan kehendaknya atau kepentingannya kepada negara lain dengan cara kekerasan. Terkesan sederhana? Memang.
Sekarang begini, kita tahu semua bahwa Amerika Serikat masih dianggap sebagai negara adidaya (meskipun hutangnya juga tidak sedikit) dan mereka merupakan salah satu negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tapi menurut saya, tetap saja mereka salah ketika menginvasi Irak tahun 2003. Masih ingat penyebab invasi mereka? Alasan utama mereka saat itu adalah kecurigaan ditemukannya Weapon Mass Destruction (WMD – Senjata Pemusnah Massal) di Irak. Alasan tambahan lainnya adalah ancaman terorisme internasional dan pembebasan rakyat Irak dari rezim Saddam Hussein. Bahkan sampai-sampai Presiden AS terdahulu, George Bush mengeluarkan pernyataan ““Either you are with us or you are with terrorist”. Serem banget ya pernyataannya Bush?!
Nah, kenapa saya bilang mereka salah? Ya, memang mereka siapaaaaaa? (sok dramatis)? Siapa mereka bisa menginvasi negara orang??? Dan belakangan diketahui bahwa WMD tidak pernah ada di Irak. Mari bersama-sama tepok jidat!
Lantas, kalau sekarang Obama membuat pernyataan bahwa jangan ada negara-negara lain yang ikut campur tangan di Irak, ya…semoga saja Amerika juga tidak repot ikut campur di Irak ya. Biarkan Irak membenahi diri sendiri. Saya rasa invasi selama 9 tahun yang dilakukan Amerika di Irak, sudah cukuplah. Ditambah lagi sosok Saddam Hussein toh sudah tidak ada di Irak. Biarkan Irak mencari sistem yang tepat untuk negara mereka.
Deva

