Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me


4 Comments

Cukup

Terkadang kita cukup meminjamkan telinga

Menyediakan hati yang lapang

Mendengarkan tanpa menjustifikasi

Cukup itu saja

Tanpa harus banyak kata yang keluar

 

Terkadang kita cukup untuk membuka hati

Menyadarkan pikiran bahwa ini hanyalah sebuah perjalanan

Dengan akhir yang entah akan seperti apa

 

Terkadang kita cukup untuk berkata “cukup”

Tanpa perlu meminta dan berpikir “jika lebih akan lebih baik”

 

Berhentilah

Kembalikan fungsi telinga

Kembalikan fungsi hati

Jujur saja

Bahwa ini sudah cukup.

 

Deva


28 Comments

Syarat

Benarkah mencintai itu tanpa syarat?

Bukankah kita terlahirkan sudah dengan syarat?

Bisa lahir  dengan syarat bahwa sang ibu hamil menjaga kandungannya.

Dan bukankah untuk mati pun kita ada syaratnya. Syaratnya adalah jika Sang Maha berkehendak.

Jika lahir dan mati saja harus membutuhkan syarat, lantas dengan alasan apa aku harus mencintaimu tanpa syarat?

Deva


10 Comments

Rumah

Rumah tidak selalu mengenai keluarga inti

Rumah tidak selalu mengenai orang-orang yang digariskan sedarah dengan kita

Rumah adalah tentang cinta

Cinta yang dibarengi dengan luka, sedih, bahagia, tawa dan canda

Cinta tidak akan menipu

Tidak perlu menjadi orang yang berbeda

Cinta ada di rumah

Yang akan selalu menunggu kapan kita pulang

Selalu membiarkan pintu terbuka dengan lebar

Menyambut dengan hangat

Memeluk dengan sayang

Tanpa banyak tanya, tiada syarat, hilangnya justifikasi

Rumah, tempat kita akan kembali, sejauh apapun kita telah melangkah

Deva


5 Comments

Karma

Percayakah kamu dengan karma?

Percayakah kamu bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur?

Percayakah kamu bahwa Dia selalu melihat apapun yang terjadi kepada kita?

Kita berharap Ia tidak pernah tidur saat kita sedih, teraniaya, terlecehkan, terpedihkan, tersakiti

Tapi kita berharap Ia sebentar saja tidur saat kita ingin kebahagiaan abadi, yang tengah dirasakan

Percayakah kamu bahwa perbuatan jahat akan menghasilkan kejahatan?

Percayakah kamu bahwa seseorang jahat pasti akan menuai hasilnya?

Percayakah kamu bahwa orang baik pasti akan berbahagia?

Percayakah kamu bahwa masing-masing dari kita ditakdirkan untuk berbahagia?

Percayakah kamu bahwa karma akan terjadi? Kapan?

Ada yang mengatakan karma pasti akan terjadi, entah kapan, tapi pasti akan terjadi

Kelak itu terjadi kepadamu, beritahu aku

Karena aku ingin berada paling depan untuk melihat karma itu terjadi padamu

Apakah aku jahat?

Terserah, saat ini aku hanya berharap karma itu segera datang

Datang kepada seseorang yang memang sungguh tiada lelah memberikan kepedihan kepada orang lain

Ketika karma itu datang, beritahu aku

Agar aku melihat, apakah senyum dan kebahagiaan itu masih ada di wajahmu

Deva


4 Comments

Palsu

Adalah ketika tersenyum padahal sesungguhnya marah

Adalah ketika mengatakan “baik-baik saja” padahal sesungguhnya “tidak baik-baik saja”

Adalah ketika mengatakan “bagus” padahal sesungguhnya “buruk”

Adalah ketika memuji padahal sesungguhnya mencerca

Adalah ketika meminta maaf padahal sesungguhnya tidak merasa bersalah

Adalah ketika ingin melanjutkan padahal sesungguhnya ingin menyelesaikan

Palsu adalah ketika semalam saya masih ingin terus bicara denganmu tapi memilih untuk mengakhiri. Dan ya, palsu adalah ketika saat ini saya tidak mengirim kabar kepada kamu padahal yes, saya ingin tahu kabar kamu.

Menjadi palsu...

Deva


Leave a comment

Jika Hujan Kami Hidup

Aku berlari ke sana ke mari

Menatap tiap mata orang-orang yang menghindar dari hujan

Aku kejar, walau sering hampir terjatuh

Wajah mereka melekat,

Wajah lapar adik dan ibuku

Aku harus dapat!

Aku berlari menembus hujan

Ah, lumayan ada 1 orang yang memanggilku

Lumayan 1000 di kantong

Hujan, bermainlah yang lama

Paling tidak hingga uang di kantongku banyak

Kasihan si Tio dan emak, sungguh mereka butuh makan dan susu

Aku berlari dan terus mengejar setiap peluang

Demi Tuhan, hujanlah terus

Rasa frustasi perlahan hinggap

Langit kembali cerah

Sial!

Umbrella boy at Guci, Tegal. He waiting and waiting, with full of hope.

Deva


5 Comments

Pencarian

Setiap orang berkeinginan untuk berbahagia, meskipun terkadang kebahagiaan itu diraih dengan cara mengorbankan kebahagiaan orang lain. Dan sebagian orang lagi meraih kebahagiaan dengan cara yang benar, tiada menyakiti orang lain. Sungguh beruntung mereka.

Pencarian ini masih berlanjut, kawan. Hingga berujung kepada kebahagiaan hakiki, paling tidak sampai tiada menyakiti hati yang lain.

Pencarian ini belum berhenti, kawan. Hingga tawa ini memang lahir dari hati, bukan untuk membahagiakan seseorang, bukan untuk kebahagiaan palsu.

Pencarian ini masih akan terus berproses, sampai akhirnya hati merasa damai, tenang, nyaman, penuh dengan cinta dan merasa teryakinkan. Sampai akhirnya yakin bahwa pencarian ini membuahkan hasil nyata dan tiada hati tersakiti.

Suatu saat nanti, pencarian ini akan berlabuh. Menepi di tepian bahagia. Ya, pasti.

Deva

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers