Do you ever miss someone but you know that this feeling will hurt you so. You totally know that you not allowed feeling this one, because the person is not yours…
“Our feeling are the truth, we simply need to honor them” – Tamara Watson
Deva
Do you ever miss someone but you know that this feeling will hurt you so. You totally know that you not allowed feeling this one, because the person is not yours…
“Our feeling are the truth, we simply need to honor them” – Tamara Watson
Deva
by ladeva 4 Comments
Terkadang kita cukup meminjamkan telinga
Menyediakan hati yang lapang
Mendengarkan tanpa menjustifikasi
Cukup itu saja
Tanpa harus banyak kata yang keluar
Terkadang kita cukup untuk membuka hati
Menyadarkan pikiran bahwa ini hanyalah sebuah perjalanan
Dengan akhir yang entah akan seperti apa
Terkadang kita cukup untuk berkata “cukup”
Tanpa perlu meminta dan berpikir “jika lebih akan lebih baik”
Berhentilah
Kembalikan fungsi telinga
Kembalikan fungsi hati
Jujur saja
Bahwa ini sudah cukup.
Deva
Benarkah mencintai itu tanpa syarat?
Bukankah kita terlahirkan sudah dengan syarat?
Bisa lahir dengan syarat bahwa sang ibu hamil menjaga kandungannya.
Dan bukankah untuk mati pun kita ada syaratnya. Syaratnya adalah jika Sang Maha berkehendak.
Jika lahir dan mati saja harus membutuhkan syarat, lantas dengan alasan apa aku harus mencintaimu tanpa syarat?
Deva
Rumah tidak selalu mengenai keluarga inti
Rumah tidak selalu mengenai orang-orang yang digariskan sedarah dengan kita
Rumah adalah tentang cinta
Cinta yang dibarengi dengan luka, sedih, bahagia, tawa dan canda
Cinta tidak akan menipu
Tidak perlu menjadi orang yang berbeda
Cinta ada di rumah
Yang akan selalu menunggu kapan kita pulang
Selalu membiarkan pintu terbuka dengan lebar
Menyambut dengan hangat
Memeluk dengan sayang
Tanpa banyak tanya, tiada syarat, hilangnya justifikasi
Rumah, tempat kita akan kembali, sejauh apapun kita telah melangkah
Deva
by ladeva 5 Comments
Percayakah kamu dengan karma?
Percayakah kamu bahwa Tuhan itu tidak pernah tidur?
Percayakah kamu bahwa Dia selalu melihat apapun yang terjadi kepada kita?
Kita berharap Ia tidak pernah tidur saat kita sedih, teraniaya, terlecehkan, terpedihkan, tersakiti
Tapi kita berharap Ia sebentar saja tidur saat kita ingin kebahagiaan abadi, yang tengah dirasakan
Percayakah kamu bahwa perbuatan jahat akan menghasilkan kejahatan?
Percayakah kamu bahwa seseorang jahat pasti akan menuai hasilnya?
Percayakah kamu bahwa orang baik pasti akan berbahagia?
Percayakah kamu bahwa masing-masing dari kita ditakdirkan untuk berbahagia?
Percayakah kamu bahwa karma akan terjadi? Kapan?
Ada yang mengatakan karma pasti akan terjadi, entah kapan, tapi pasti akan terjadi
Kelak itu terjadi kepadamu, beritahu aku
Karena aku ingin berada paling depan untuk melihat karma itu terjadi padamu
Apakah aku jahat?
Terserah, saat ini aku hanya berharap karma itu segera datang
Datang kepada seseorang yang memang sungguh tiada lelah memberikan kepedihan kepada orang lain
Ketika karma itu datang, beritahu aku
Agar aku melihat, apakah senyum dan kebahagiaan itu masih ada di wajahmu
Deva
by ladeva 4 Comments
Adalah ketika tersenyum padahal sesungguhnya marah
Adalah ketika mengatakan “baik-baik saja” padahal sesungguhnya “tidak baik-baik saja”
Adalah ketika mengatakan “bagus” padahal sesungguhnya “buruk”
Adalah ketika memuji padahal sesungguhnya mencerca
Adalah ketika meminta maaf padahal sesungguhnya tidak merasa bersalah
Adalah ketika ingin melanjutkan padahal sesungguhnya ingin menyelesaikan
Palsu adalah ketika semalam saya masih ingin terus bicara denganmu tapi memilih untuk mengakhiri. Dan ya, palsu adalah ketika saat ini saya tidak mengirim kabar kepada kamu padahal yes, saya ingin tahu kabar kamu.
Deva
Aku berlari ke sana ke mari
Menatap tiap mata orang-orang yang menghindar dari hujan
Aku kejar, walau sering hampir terjatuh
Wajah mereka melekat,
Wajah lapar adik dan ibuku
Aku harus dapat!
Aku berlari menembus hujan
Ah, lumayan ada 1 orang yang memanggilku
Lumayan 1000 di kantong
Hujan, bermainlah yang lama
Paling tidak hingga uang di kantongku banyak
Kasihan si Tio dan emak, sungguh mereka butuh makan dan susu
Aku berlari dan terus mengejar setiap peluang
Demi Tuhan, hujanlah terus
Rasa frustasi perlahan hinggap
Langit kembali cerah
Sial!
Deva
by ladeva 5 Comments
Setiap orang berkeinginan untuk berbahagia, meskipun terkadang kebahagiaan itu diraih dengan cara mengorbankan kebahagiaan orang lain. Dan sebagian orang lagi meraih kebahagiaan dengan cara yang benar, tiada menyakiti orang lain. Sungguh beruntung mereka.
Pencarian ini masih berlanjut, kawan. Hingga berujung kepada kebahagiaan hakiki, paling tidak sampai tiada menyakiti hati yang lain.
Pencarian ini belum berhenti, kawan. Hingga tawa ini memang lahir dari hati, bukan untuk membahagiakan seseorang, bukan untuk kebahagiaan palsu.
Pencarian ini masih akan terus berproses, sampai akhirnya hati merasa damai, tenang, nyaman, penuh dengan cinta dan merasa teryakinkan. Sampai akhirnya yakin bahwa pencarian ini membuahkan hasil nyata dan tiada hati tersakiti.
Suatu saat nanti, pencarian ini akan berlabuh. Menepi di tepian bahagia. Ya, pasti.
Deva