Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me


16 Comments

Marah; Dinginkan Kepala?

Saya ini tipikal orang yang kalau ada masalah, ingin sesegera mungkin diselesaikan dan merasa tidak peduli dengan emosi lawan bicara. Tujuannya cuma satu yaitu: masalah kelar!

Tapi percaya dech…cara ini buruk sekali.

Seharusnya atau idealnya, kalau kita ada masalah dan ingin diselesaikan, kita harus tahu waktu yang tepat untuk bicara dan bahasa yang tepat untuk digunakan. Oh yeah, don’t tell me about the theory. I am very bad in practice :P

Tapiiii…ya namanya juga orang mau tobat ya, jadi belajar sedikit demi sedikit untuk menyampaikan emosi dengan cara yang tepat sasaran. You know…gak meledak-ledak. Karena menurut pengalaman nich, marah dengan meledak-ledak tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Yang ada, menambah masalah.

Dan saya pun jadi ingat dengan sebuah pepatah yang disampaikan oleh William Ury, ahli negosiator dunia, yang mengatakan, “Pada saat anda marah-marah, itulah waktu yang tepat untuk membuat pidato terbaik yang akan anda sesali di kemudian hari.” Beneran…ketika penyesalan itu datang karena kata-kata buruk yang terucapkan saat itu, rasanya sedih banget!

Jadi, gimana caranya mengendalikan bernegosiasi ketika emosi sedang tinggi?

Saya sich, malu euy, mau kasih tips tentang hal ini. Lah wong, diri ini masih tahap anak-anak banget kalau sedang marah dan bernegosiasi. Jadi…mendingan yuk tonton video William Ury ketika dia bicara di TedX MidWest tentang negosiasi dan sedikit banyaknya sich…menyinggung tentang penyelesaian masalah. :)

Gimana respon kalian setelah menonton video tersebut.

Simple ya…

Kalau sedang emosi tapi tujuan negosiasi belum tercapai, saran dari William Ury adalah walk away dari masalah tersebut. Dan kembali setelah mendinginkan hati dan kepala untuk bernegosiasi kembali.

Hubungannya dengan emosi? Ya, dinginkan kepala dulu lah sebelum ngomong lebih lanjut tentang masalah tersebut.

*rendam kepala dalam bak penuh isi batu* :D

Atau ada yang punya kesimpulan lain? Yuk, share! :)

Deva


13 Comments

Yuk Ah Mendetail!

Jadi hari Selasa lalu, saya ikut NulisBukuClub (NBC) yang diadakan oleh Nulis Buku di Urban Store-Senayan City dengan pembicara Hannya (@beradadisini), my favourite blogger. Nah, di dalam NBC kemarin, Hanny bilang kita perlu belajar untuk mendeskripsikan sebuah benda dengan secara mendetail karena itu bisa memancing kelihaian kita dalam merangkai cerita.

Jadi coba yuk…

Sekarang untuk pertama, saya mau coba bahas detail gambar ini:

2013-05-09 08.41.59

Deskripsi:

Sebuah kulit pisang yang telah terbuka. Kuning dengan bercak hitam. Tergeletak begitu saja, seakan si pemakan enggan beranjak untuk membuangnya ke tempat sampah. Tergeletak di atas sebuah kertas tisu putih. Ada sedikit bayangan di dekat pisang dan tisu tersebut. Seperti bayangan sebuah botol minuman. Pucuk pisang dan kulitnya memang terpisah tapi mata melihat ujung pucuk pisang masih menyentuh satu kulit terluar dari pisang tersebut. Satu irisan tipis dari buah pisang tersebut keluar dari tisu, seakan ingin membebaskan diri.

Kalau kamu ada deskripsi apa tentang gambar tersebut? :)

Deva


22 Comments

Drop Box dan Evernote

Dulu, yang saya tahu menulis di laptop atau komputer ya cuma di Ms. Word dan simpan data ya di laptop atau flashdisk.

Tapi sekarang, gak lagi dong, hehehe…

Setahun lalu ada seorang teman yang memberi tahu tentang fungsi Evernote dan Drop Box saat kebetulan dia mau kasih tugas ke saya.

“Ntar lo ngerjainnya di Evernote aja. Terus langsung share ke gw. Bosen kan nulisnya di Word mulu.”

Saya ketika itu cuma nyengir sambil bilang, “Evernote itu apaan?”

Hahaha…untungnya teman saya ini emang dasarnya suka ngajarin orang, jadi ditanya seperti itu ya dia gak emosi. Dia bilang Evernote itu ya kayak tempat untuk nulis, nyimpen bacaan dari website dengan tampilan yang catchy. Dia kasih linknya, yaitu Evernote.com abis itu nyuruh saya explore sendiri.

Di awal menggunakannya masih bingung karena belum merasa berguna Evernote ini. Toh, sama kayak Word.

Tapi ternyata yang membedakannya adalah bisa nulis panjang banget di Evernote, di-sharing ke orang lain tanpa harus bawa-bawa gadget yang gede. Cukup handphone saja. Dan lay out Evernote seru untuk dilihat.

Dulu karena saya pakai Blackberry, yang ampun-ampunan lemot, jadi saya gak berani download aplikasi yang ribet. Nah, sekarang kan pakai Android jadi jauh lebih mudah mendownload banyak aplikasi. Evernote ini juga disediakan di Android market. Sah berarti! Hehehe…

Selain Evernote, satu lagi software yang cukup membantu saya adalah Drop Box. Berhubung saya termasuk tipe orang yang malas ngeluarin duit beli hard disk yang harganya mahal hehehe…saya prefer menggunakan Drop Box sebagai penyimpan data-data penting, yang diperlukan secara mobile. Again, Drop Box bisa didapatkan di Android market. Gak makan banyak space kok. :)

Jadi kalau ada tugas kantor yang kira-kira diperlukan, bisa simpan di Drop Box. Kalau ada request via email, ya tinggal kirim dech. Very easy to go, yes?

Sejujurnya sich saya bukan tipikal orang yang melek program komputer, tapi kalau tiap ada program yang bisa membantu pekerjaan lebih gampang kan jadi tertarik juga.

Ayo…dicoba-dicoba!

Deva


24 Comments

Atur Uang itu…

Dulu jaman sekolah, saya paling malas kalau disuruh jadi bendahara kelas. Pasti nombok! Dan sebalnya adalah saya paling tidak mau jujur kalau sering ganti uang kelas dengan uang pribadi. Anehnya, masih…ada aja orang yang memercayakan atur uang ke saya.

Tapi meskipun malas mengatur uang kelas, sekolah atau uang orang lain, saya sangat menikmati mengatur uang pribadi. Cari ilmu sana-sini biar keperluan sebulan tetap tercukupi. Dan itu beneran seru. Begitu baca artikel atau buku tentang perencanaan keuangan pasti saya suka, meskipun ya gak ngerti istilah-istilah perbankan, hehehe…

Nah, sejak menikah, keuangan di rumah kan saya yang atur. Tantangan terberat yang saya temui sejauh ini adalah kalau uang pribadi habis yawdalah ya habis aja. Tanggung jawab dan yang nelan susah dukanya kan kita pribadi. Tapi kalau udah menyangkut uang suami, terus habis begitu aja…kok ya…sedih ya…meskipun kita tidak dimarahi, meskipun selalu ditransfer sesuai permintaan. Meskipun mau jalan-jalan kemana aja selalu dituruti. Tapi ada rasa gimana gitu…kalau cepat habis. *mingkem*

Makanya tips penting yang selalu saya jalankan adalah CATAT ARUS KELUAR MASUK UANG setiap hari. Meskipun pahit nulis angkanya. Meskipun mata perih lihat jumlah saldonya hahaha…tapi kalau ditulis, kita jadi ada refleksi…apakah kita boros atau tidak. :)

Terus tantangan kedua adalah uang keluarga campur dengan uang pribadi. Solusinya adalah PUNYA DOMPET DUA. Hehehe…serius. Jadi jelas, uang mana yang dipake untuk keperluan apa. Di awal-awal repot tapi belakangan justru enak. Jelas perhitungannya.

Dan JANGAN LUPA NABUNG. Terserah dech mau punya tabungan bersama atau tidak, yang jelas harus ada uang yang ditabung. Sejauh ini, saya dan Ndra belum punya rekening bersama. Uang tabungan keluarga ya dimasukkan ke tabungan saya. Campur. Tapi ada catatannya.

Tips-tips ini bukan karena saya perhitungan banget sama uang tapi semuanya memang harus diatur kan? Jadi istri yang pintar, mudah-mudahan mempermudah langkah suami dalam memimpin keluarga. Gitu bukan ? :)

Ada yang punya tips lain dalam mengatur keuangan keluarga? Sharing yuk!

Deva


6 Comments

Tips: #YouWrite – Reda Gaudiamo

Tips menulis ini merupakan copy-paste dari akun Twitter Reda Gaudiamo (@redagaudiamo) dengan taghar #YouWrite. Semoga berguna :)

#YouWrite1: Ketika memilih subyek tulisan, terapkan 5 pertanyaan ini: 1. Apa yg saya tahu ttg subyek ini?

#YouWrite2: Pertanyaan kedua: Bgmn fokus subyek ini? Terlalu sempit/melebar? Dangkal/dalam? 

#YouWrite3: Pertanyaan ketiga: Ada hal baru apa yang berhubungan d/ subyek ini? Baru/basi?

#YouWrite4: Pertanyaan keempat: Seberapa menariknya subyek ini? Kita sendiri tergoda/biasa2 aja? Jwabannya sgt menentukan.

#YouWrite5: Pertanyaan 5, Bisakah kita mengendalikan subyek ini? Bisa dimulai-kembangkan-akhiri d/ baik?

#YouWrite6: Setiap subyek/topik/tema yg dipilih harus PENTING buat penulisnya.

#YouWrite7: Setiap subyek/topik/tema harus MENARIK & MENGGODA buat penulisnya.

#YouWrite8: Setiap subyek/topik/tema yg dipilih hrs BISA DIKONTROL& DIKUASAI d/ baik oleh penulisnya.

#YouWrite9: Topik yg tak menarik buat penulisnya, akan terasa oleh pembacanya.

#YouWrite10: Ketika penulis tak menguasai topik, pembacanya akan lsg tahu. Banyak detil yg rancu.

#YouWrite11: Ketika penulis mulai bertele-tele, tak bisa menghentikan cerita, pembaca pun tahu.

#YouWrite12: Subyek/topik tulisan bisa kita temukan di 3 lokasi: 1. sesuatu yg kita tahu (daya ingat/memori) -kenangan masa kecil dll.

#YouWrite13: Subyek/topik tulisan bisa ditemukan di (2): sesuatu yg pernah kita lihat (hsl observasi)- nonton/saksikan.

#YouWrite14: Subyek/topik tulisan bisa ditemukan di (3) sesuatu yg pernah kita dengar/baca dr orang lain (hsl riset/buku referensi).

#YouWrite15: Hemingway menggunakan 3 sumber ide itu untuk semua karyanya.

#YouWrite16 :D ari 3 lokasi sumber ide tadi -memori, observasi, riset- temukan satu yg paling menarik & cocok di hati.

#YouWrite17: Stlah memilih subyek dr salah satu 3 lokasi tadi, bagaimana kita mau mengembangkannya jd cerita yg menarik.

#YouWrite: Satu subyek bisa dijadikan berbagai tulisan. Caranya? Pilih ANGLE-nya. 

#YouWrite19: Selain menentukan ANGLE/sudut pandang penceritaan, kita juga perlu menentukan AUDIENCE/pembaca tulisan kita.

#YouWrite20: Angle -spt kata @petz09 -jumlahnya bs ribuan. Satu topik pilihan bisa berkembang jadi cerita anak sampai detektif. Pick any!

#YouWrite 21: Audience yg plg utama a/ diri sendiri. Kalau diri sendiri gak tertarik, apalagi org lain.

#YouWrite 22:Audience kedua a/ org lain. Tentukan yg ingin dituju: anak, remaja, wanita dewasa… Pilihan kita menentukan tulisan

#YouWrite 23: Misalnya ingin nulis u/@CHICmagz - cari tahu spt apa pembacanya. Pasti beda d/ pembaca @MajalahSekar.

#YouWrite 24: Kalau sempat, sore/malam/besok pagi, lakukan FREEWRITING.

#YouWrite 25: FREEWRITING – latihan menulis d/ memilih 1 topik dr 3 lokasi sumber tadi, lalu tulis apa saja yg terlintas ttg topik ini.

#YouWrite 26: FREEWRITING – lakukan dlm 10 – 15 menit saja, tapi tanpa HENTI/JEDA (dilarang mampir ke internet/BB :D )

#YouWrite 27: FREEWRITING – mendorong kita segera menulis. Tanpa tunda, tanpa alasan: menulis saja. Jgn berhenti u/ baca/edit

#YouWrite 28: FREEWRITING: setelah selesai menulis slama 15 menit, baru dibaca/ periksa.

#YouWrite 29: Kalau pilihan topik pas, tulisan pendek di Freewriting ini bisa dikembangkan jadi cerpen, bahkan novel.

#YouWrite 30: FREEWRITING sgt membantu kita membiasakan menulis & mengenali kelemahan sendiri: tata bahasa, pilihan

kata…

#YouWrite 31: Lakukan latihan FREEWRITING sesering mungkin. Pilihan topik bisa saling berhubungan, bisa juga bebas lepas.

#YouWrite 32: Selain FREEWRITING, ada juga latihan lain. Spt BRAINSTORMING & JOURNAL.

#YouWrite 33: BRAINSTORMING -biasanya jadi teknik pancingan ketika kita tak tahu harus menulis apa.

#YouWrite 34: BRAINSTORMING – catat semua yang lewat di otak saat memikirkan topik tertentu.

#YouWrite 35: BRAINSTORMING -jgn dipikir, biarkan kata2 melompat keluar. Setelah dirasa cukup, kelompokkan. Buat diagram, kl perlu.

#YouWrite 37: Contoh Brainstorming – TOPIK: IBU. Dftar kata: lembut, beruban, rawon, penari, tangan cekatan…

#YouWrite 38: JOURNAL – ini metode paling kuno, tapi jd pilihan banyak penulis besar: bikin catatan yg berhubungan d/ tulisan.

#YouWrite 39: JOURNAL – jgn cuma catat kebiasaan sehari-hari, tp catat ide, omongan orang, pengalaman rasa, bacaan …

#YouWrite 40 – JOURNAL -catat juga kalimat keren yg dibaca entah di mana, atau kalimat temuan sendiri.

#YouWrite 41: Teknik mana saja bisa dipilih u/ latihan menulis. Padukan ketiganya, atau pilih 1 saja: BOLEH.

#YouWrite : SAMPAI sekian dulu, ya. Sangat berharap teman2 bisa berlatih di akhir pekan ini. Terima kasih u/ yg sdh menyebarkannya.

Deva


2 Comments

The Quarter-Life Crisis

Nope, this is not my journal. I copy-paste it from here. Just wanna sharing what I love. Hope we can get honest to our self that all of us have our own “quarter life crisis”.

The Quarter-Life Crisis
by unknown

It is when you stop going along with the crowd and start realizing that there are a lot of things about yourself that you didn’t know and may or may not like. You start feeling insecure and wonder where you will be in a year or two, but then get scared because you barely know where you are now.

You start realizing that people are selfish and that, maybe, those friends that you thought you were so close to aren’t exactly the greatest people you have ever met and the people you have lost touch with are some of the most important ones. What you do not realize is that they are realizing that too and are not really cold or catty or mean or insincere, but that they are as confused as you.

You look at your job. It is not even close to what you thought you would be doing or maybe you are looking for one and realizing that you are going to have to start at the bottom and are scared.

You miss the comforts of college, of groups, of socializing with the same people on a constant basis. But then you realize that maybe they weren’t so great after all.

You are beginning to understand yourself and what you want and do not want. Your opinions have gotten stronger. You see what others are doing and find yourself judging a bit more than usual because suddenly you realize that you have certain boundaries in your life and add things to your list of what is acceptable and what is not. You are insecure and then secure. You laugh and cry with the greatest force of your life. You feel alone and scared and confused. Suddenly change is the enemy and you try and cling on to the past with dear life but soon realize that the past is drifting further and further away and there is nothing to do but stay where you are or move forward.

You get your heart broken and wonder how someone you loved could do such damage to you or you lay in bed and wonder why you can’t meet anyone decent enough to get to know better. You love someone but maybe love someone else too and cannot figure out why you are doing this because you are not a bad person.

One night stands and random hook ups start to look cheap and getting wasted and acting like an idiot starts to look pathetic. You go through the same emotions and questions over and over and talk with your friends about the same topics because you cannot seem to make a decision.

You worry about loans and money and the future and making a life for yourself and while wining the race would be great, right now you’d just like to be a contender!

What you may not realize is that everyone reading this relates to it. We are in our best of times and our worst of times, trying as hard as we can to figure this whole thing out.


6 Comments

Desi Anwar on YCPA 2011

Hari Sabtu lalu (11/06) saya dan Danna menghadiri sebuah acara penghargaan kepada para perempuan berprestasi, yang diadakan oleh Caring Colours, bernama Young Caring Professional Award 2011 di Grand Kemang. Hadir di dalam acara itu 9 pembicara, yang masing-masing memberikan materi selama 18 menit. Antara lain Rene Suhardono, Yoris Sebastian, Ligwina Hananto, Wulan Tilaar, Fira Basuki, Era Soekamto, Joanne Warsito, Revie Sylviana, dan Desi Anwar.

Terlihat padat akan materi ya tapi tidak membosankan dech, semua jago dalam mencairkan suasana.

Yang ingin saya bahas kali ini adalah materi yang disampaikan oleh Desi Anwar (kayaknya beliau presentasi lebih dari 18 menit dech…sampai harus di-cut oleh MC dan cair banget suasananya). Sebagai seorang jurnalis yang telah malang melintang, Desi Anwar memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang luar biasa berprestasi, sebutlah Dalai Lama, Richard Branson, Kitaro, dsb.

Tema yang dibawakan oleh Desi Anwar adalah mengenai 4 kunci sukses yang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk meraih kesuksesan. Antara lain:

1. Focus

Ahli di banyak hal adalah hal yang bagus tapi akan lebih bagus jika kita fokus terhadap suatu bidang yang menjadi passion kita.

2. Reduce Noice

Cobalah dalam sehari kita berikan waktu 5 menit saja untuk menyepi. Meletakkan alat komunikasi jauh dari kita. Berpikir mengenai kehidupan kita, apa yang ingin kita raih, apa yang telah kita raih, bagaimana cara meraihnya. Berkomunikasi secara jujur dengan diri sendiri.

3. Visualize

Bayangkan secara jelas ingin jadi apa kita. Stimulasi diri kita untuk menjadi hal yang kita inginkan.

4. Define Your Own Success

Kesuksesan setiap orang berbeda-beda. Tentukan standar sukses diri sendiri. Jangan ikuti orang lain. Saran orang lain mungkin bagus tapi belum tentu cocok jika diterapkan bulat-bulat untuk diri kita. Yang paling tahu diri sendiri ya kita sendiri, kan…

Jadi, sudah siap untuk sukses?

Deva


6 Comments

Under Pressure

Setiap orang pasti pernah berada di titik ini. Saya pun pernah dan sekarang, Alhamdulillah sedang tidak mengalami kondisi ini. Tulisan ini terilhami dari sebuah percakapan telepon yang tidak sengaja saya dengar saat di kantor. Bukan teman kerja. Hanya seorang perempuan, entah siapa, sedang menelepon temannya, “Iya, gw mau pindah kerja. Under pressure booo…”

Tidak ada satu orang pun yang ingin berada di situasi ini. Tidak enak, tidak nyaman, dan bisa-bisa tidak produktif. Tapi apa iya, kita cuma bisa ngeluh dan menyerah gitu aja?

Siapa pun yang sedang berada di kondisi tidak nyaman, baiknya sich ngomong sama diri sendiri. Ngomong tentang “Kenapa ya bisa begini?” , “Terus apa yang harus dilakuin?”

Seorang teman saya selalu bilang, “Kalo lo gak suka dengan situasi yang tidak nyaman yawda obrolin sama seseorang yang bikin situasi ini gak nyaman untuk lo. Komunikasi.”

Dan itu yang ingin saya share di sini. Yuk, introspeksi dulu diri sendiri. Tanya apa yang membuat kita merasa under-pressure. Kok bisa ngerasain itu? Salahnya di mana? Pantas gak kita di under-pressure-in? (Makin gak jelas bahasa saya, hahhaahaha).

Setelah introspeksi diri sendiri, yuk komunikasikan dengan orang yang meng-under pressure-kan kita. Selama mereka manusia, (hahahaha) mereka artinya bisa diajak komunikasi kok. Cari cara untuk berkomunikasi efektif dengannya. Masing-masing orang berbeda pendekatannya. Intinya sich, jangan takut untuk mempertanyakan kondisi yang tidak nyaman untuk kita. Karena hakikatnya, ya kita semua berhak untuk merasa nyaman. Berhak untuk merasa dihargai. Berhak untuk merasa dihormati.

Solusi dari kondisi under-pressure banyak kok. Inhale…exhale. Tenangin pikiran sebelum membuat keputusan apa pun. :)

Deva


Leave a comment

Failing Berantakan -> PUSING!

Hanya sekedar membuang uneg-uneg. Sungguh saya pusing detik ini. Lebih tepatnya sudah hampir setengah hari ini pusing. Pusing melihat laptop saya yang penuh dengan keruwetan nama file. Rrrgh…mau marah sama siapa?! Toh, ini salah saya…

Oke, dibenarkan satu per satu. Pasti bisa!

Source: http://myjobsinbournmouth.co.uk --- salah satu untuk sukses adalah lebih rapi dalam bekerja

 

Deva, yang berjanji akan lebih rapi dalam memberi nama file :) , Nov 19, 2010

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers