Saya tidak pernah membayangkan sekalipun bahwa Bundaran HI, jantung kota Jakarta, bisa menjadi sungai raksasa seperti pemandangan dua hari lalu.

Source: Republika Online
Saya tidak pernah membayangkan bahwa biawak besar akan ditemukan di Sarinah karena terbawa arus air, halte tempat saya biasa berdiri di Sarinah mendadak menjadi kumpulan air berwarna coklat.

Source: Tribunnews.com
Semua mobil menjadi sama. Terendam air.
Kaget. Luar biasa kaget.
Kembali, seperti musibah lainnya, sifat kegotong-royongan masyarakat Indonesia, kembali diuji. Dan teruji. Sebagian besar masyarakat Indonesia, saya yakin dari beragam latar belakang, bersatu padu. Untuk membantu para korban banjir.

Source: voa-islam.com
Salut saya untuk mereka.
Kekaguman juga tidak berhenti saya rasakan tiap kali melihat pemberitaan tindakan cepat dan sigap yang diambil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi. Sungguh, saya kagum melihat kesigapan beliau.
Semalam saya bertanya kepada Mama, “Udah berapa hari Jokowi gak ngobrol ya sama keluarganya kalau ngeliat dia mondar-mandir begini?”

Source: Kompas.com
Semoga Yang Kuasa memberkati mereka semua yang berkeringat membantu korban banjir.
Rasa kaget juga saya alami saat suami memberitahu bahwa rumah keluarganya di Pondok Gede terendam banjir. Ia pun langsung pergi dari kantor dan menuju Pondok Gede. Saya dilarang ikut. Tak lama, ia mengirimkan foto yang memperlihatkan bahwa kedalaman banjir setinggi lututnya. Oh yeah, ini ukuran Jakarta, wahai para ekspatriat.
Saya bertanya tentang kondisi keponakan suami yang masih kecil-kecil. Mama mertua dengan santai berkata, “Fida dan Danis lagi main air ini, Dev.”
Saya tersenyum.
Pagi ini senyum itu tertampilkan kembali saat membaca Koran Kompas. Di artikel tersebut ditulis bahwa masyarakat korban bencana pasti mempunyai cara untuk meredakan kesedihan mereka sehingga tidak heran jika terlihat tampilan foto dan video para korban yang bermain air, tersenyum dan tertawa.
Kembali teringat.
Beberapa hari lalu saat Metro TV menampilkan wawancara dengan salah satu warga yang sebenarnya tidak terkena banjir, tapi karena penasaran maka ia datang ke Bundaran HI, saya hanya menggeleng-geleng. Wisata Bencana.
Sungguh, saya sangat berharap bencana ini tidak lagi menimpa Jakarta! Cukuplah dengan berbagai mall dan apartemen di sini. Apa bencana ini masih kurang cukup memperlihatkan bahwa Jakarta butuh banyak resapan air, bukan gedung bertingkat?
Dan cukuplah rasa malas membuang sampah sembarangan!
Hah…
Duka terdalam untuk semua para korban banjir hingga menimbulkan korban jiwa.
Mohon bantu para korban banjir. Banyak cara.
Semoga Jakarta kembali bersuka cita. Aamiin.
Deva