Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me


30 Comments

Keluhan

Beberapa dari kita pasti tidak tahan jika berada di sebuah kondisi, yang menurut kacamata kita, tidak ideal. Akhirnya memutuskan untuk membicarakan kondisi tersebut kepada yang bersangkutan. Tapi ada beberapa orang lain yang memutuskan untuk hanya diam, menerima kondisi tersebut sambil berharap kondisi tersebut akan berubah dengan sendirinya.

Kamu jenis yang mana?

Saya termasuk orang yang mengatakan apa yang saya rasakan kepada orang yang bersangkutan. Sebagai contoh, jika saya tidak suka Mbak membersihkan meja di kamar saya, lalu saya melihat meja tersebut bersih, nah pasti saya akan bilang ke Mbak untuk tidak membersihkan meja saya. Pun, ketika dia melakukan hal yang baik pasti akan saya apresiasi.

Itu dari sudut pandang ‘orang yang mengeluh’.

Lantas, bagaimana sudut pandang orang yang dikeluhkan?

Pernah dong ya dengar sebuah buku yang judulnya Don’t Sweat the Small Stuff (Jangan meributkan hal-hal kecil). Saya belum pernah sich baca bukunya sampai habis. Kalau gak salah, buku itu membicarakan ‘jangan ribet berantem sama pasangan karena hal kecil’ yang sebenarnya bisa aja diimplementasikan sama orang lain, gak harus dengan pasangan.

Misalnya lagi, ada orang yang beranggapan bahwa ‘ucapan selamat pagi’ itu hal kecil banget yang gak penting untuk dilakukan ke pasangan. Tapi ada juga yang beranggapan bahwa itu hal besar yang jika tidak dilakukan bisa aja karena dia sudah tidak sayang, tidak peduli, atau jaga jarak, dan bla ble blo.

Artinya apa? Standarisasi ‘apa itu hal kecil’ kan beda-beda ya bagi tiap orang.

Kita ingin mengeluh tentang hal besar tapi bagi orang yang dikeluhkan ternyata hal tersebut hanya hal kecil. Nah lho! Susah kan menyamakan pendapatnya. Bisa-bisa malah berujung ke pertengkaran. Doh!

Makanya gak heran kalau akhirnya ada kata-kata…

Some things are better left unsaid.

Some words are better left unchanged.

Some sentences are better left unwritten.

Terus bagusnya bagaimana dong? Gak tau. Hahaha…

Karena buat saya tetap saja harus dikomunikasikan. Buktinya sebagian besar perusahaan ada bagian keluhan pelanggan kan? #ehseriusbener #tapibenerkan #ehhastagnyaditerusin #teruskenapa —- SKIP.

Balik lagi ke topik yang tadi. Terus, caranya seperti apa? Beda-beda. Mungkin ada yang  lebih senang diajak ngobrol santai. Tapi ada juga yang harus dengan cara serius. Atau bahkan ada yang maunya dikasih hadiah dulu baru suasana cair, dan lain-lain.

Yang utamanya sich ya…inti dari berhubungan (dengan siapa pun) itu kan komunikasi. Makanya ada jasa konsultan komunikasi kan? #ehpromosikantor – SKIP LAGI

Kalau semuanya dipendam ya…susah ya…

Pelan-pelan dicoba untuk dikomunikasikan keluh-kesahnya. Saya sering banget mengutip kalimat Rene Suhardono, “communication is about how you massage your message.”

Jangan lupa beri apresiasi jika ada tindakan baik dari dia. Nah…kalau mentok, ya mungkin kata-kata di atas memang cocok. Yaitu, mendingan diem aja Ceu! :P

 

Deva

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers