Ladeva's Blog

Let's share a cup of tea with me


26 Comments

Kantor Baru

Tadi sepanjang perjalanan ke kantor, saya mikirin perjalanan karir lho….sumpah, merasa berat banget bahasanya! Bwhaha…

Terus melihat ke sepanjang jalan, banyak banget jenis manusia dengan pakaiannya. Ada yang rapi, berbatik, jeans, dan ada pengamen atau pemulung.

Jadi tersadar bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu mau berusaha dengan kekuatan mereka. Terserahlah motivasi di balik mereka bekerja tapi akhirnya saya jadi malu sendiri kalau sering mengeluh.

Terus gimana kerjaan selama 3 hari ini? Asyik!

Ketemu orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda-beda, sebagian besar sich hubungan internasional. Berkali-kali ditekankan bahwa ini kerja tim. *hapus keringet*

Yang paling menyenangkan adalah jika berkenalan dengan orang yang prestasinya udah banyak tapi tetap rendah diri. Itu adem banget rasanya.

Gimana ya dengan kantor yang di Kemang? Katanya sich ada 2 orang baru di sana.

Ya, gitu aja sich cerita kali ini.

Happy Wednesday, people!

Deva


9 Comments

H.E.A.R.T

Jika kamu berpikir akan membaca sebuah cerita cinta antara pasangan kekasih, berhenti di kalimat ini. Klik link yang lain, he…

Tapi H.E.A.R.T disini adalah sebuah basic dalam suatu proses public speaking. Kaget menemukan kesinambungan kata antara heart dan public speaking? Saya juga. Saya mendapatkan kesimpulan ini dari sebuah obrol-obrol asyik dengan Rene CC malam ini di @atamerica.

Sebuah acara santai yang membahas tentang public speaking, yang digelar oleh @atamerica di Pasific Place. Saya sungguh berterima kasih kepada my dearest friend, Danna Miranda, yang berusaha me-mention saya di twitter untuk mengaktifkan YM saya (rrrg…eike lagi ngerjain tugas kantor, jeung jadi gak bisa buka twitter dan YM) dan dengan kekuatan penuh memanggil saya di skype (hihiihi…kalo ini gak pernah gak aktif eike bo’). Dengan ajakan dadakan, saya pun menyetujui untuk ikut acara ini. In that time, saya tidak tahu bahwa pembicaranya adalah Rene CC, seorang idola saya dan sudah berjuta kali saya tulis namanya di blog ini (Alhamdulillah, bisa ketemu beliau lagi dan untuk kali ini bisa foto berdua dengannya), sampai akhirnya saat saya mengaktifkan twitter baru ketahuan bahwa pembicara acara ini adalah Rene CC. Lucky me!

Sedikit cerita, beberapa hari yang lalu Rene CC mengadakan sebuah acara tentang passion dan karir (saya lupa dimana) tapi yang pasti harga tiketnya mahal dan saya mention dia di twitter, “Pak, mahal banget acaranya, padahal mau ikut.” Dibalas, “Ntar ya kalo acara untuk mahasiswa, saya coba cari sponsornya.” Saat membaca balasan Rene CC, dengan geli saya balas, “Hehehe…asyik, masih kayak anak kuliahan.” Ngerti kan maksudnya apa?! Eike masih cocok jadi anak kuliah :P

Anyway….back to public speaking.

Menjadi seorang yang bekerja di public relations, tidak lantas membuat saya tahu semua seluk beluk public speaking. Iya, betul bahwa saya berhadapan dengan klien,menyiapkan bahan presentasi media training, membantu trainer utama berikan simulasi media training, membantu menulis materi untuk sosialisasi program klien, dsb. Dan menjadi seorang karyawan termuda di sebuah perusahaan dengan seorang pimpinan yang ahli komunikasi di Indonesia (wuff…googling his name makes me wondering, why I can work in here >> perasaan kalau lagi galau) tidak lantas pula membuat saya khatam dengan teori komunikasi dan pernah diamanati untuk menjadi seseorang di kampus yang mengharuskan saya berpidato di acara-acara khusus, tidak juga lantas membuat saya mahir berpidato dengan baik dan benar.

Saya selalu haus dengan ilmu, terutama ilmu komunikasi, hubungan internasional dan teori menulis yang kece. Hari ini, rasa haus saya kepada ilmu komunikasi, terutama public speaking lumayan terpuaskan. Rene CC, yang juga mengidolakan Anes Basweddan (semoga Allah melimpahkan kebahagiaan kepada Anes Basweddan dan Indonesia Mengajar-nya), berhasil memukau peserta dengan gaya bicaranya yang kece! I adore u, more and more, Sir :)

Satu hal yang saya tangkap dalam isi pembicaraan Rene, terlepas dari semua slide yang ia berikan malam ini, Heart itu memegang kendali luar biasa dalam public speaking. Talk from your heart, feel it in your mind and speak with your heart. That was fabulous. Rasa yang timbul dari hati akan menimbulkan keikhlasan dan ketulusan. Meskipun lawan bicara kita menyebalkan, kita tidak percaya diri untuk tampil di muka umum, mood lagi berantakan tapi jika sudah tertanamkan untuk speak with our heart, semua kendala itu akan teratasi. Am I right, Sir?

H.E.A.R.T menurut saya berhubungan dengan mood. Dan Rene CC menjelaskan dengan sederhana, mood is an option. You can choose to be happy, to be sad, or to be angry. It is all your option.

Dan ketika ingin bicara di muka umum, ceritalah hal-hal yang akan membuat kita terkoneksi dengan pendengar, membuat kita (pembicara) tidak berbeda dengan penonton (pendengar).  Bicara bukan dengan semua orang tapi bicara dengan masing-masing orang. Senyum, memegang peran penting dalam public speaking. Last but not least, SINCERITY. I like this word.

Ah Rene CC, kamu membuat saya semakin jatuh cinta kepada dunia komunikasi, membuat saya ingin lebih mengepakkan sayap untuk mengejar passion saya yang satu ini. Membuat saya untuk semakin yakin bahwa hati tidak akan bohong.

Sedikit slide yang dibicarakan Rene CC. Silahkan menelaah :)

Deva (@ladevagumanti)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers