Disclaimer: Tulisan ini dibuat oleh penulis tanpa berbekal catatan di sebuah kertas atau media manapun, jadi hanya ingatan semalam.
Reneeeeeee Juara!
Kalau teman-teman suka baca beberapa tulisan saya di blog ini, pasti ada yang bisa menebak kalau saya ini penggemarnya Rene Suhardono. Jadi kalau ada acara dimana pembicaranya Rene pasti saya usahakan untuk datang. Gak ada maksud perez, kakak
Kali ini, Rene hadir di depan mata saya di acara Akademi Berbagi Jakarta di Annex Building, Wisma Nusantara untuk membicarakan tema “Get a Life Not a Job”. Pasti, jika ada Rene, kata passion tidak akan tidak disebut dong ya.
Rene mengawali diskusi semalam dengan kalimat “Setelah sharing ini tolong jangan ada yang langsung keluar kerjaan dengan alasan karena Rene bilang harus kejar passion!”
Hahaha…lucu juga karena jika baru sekali mendengar penjelasan Rene pasti langsung mikir “Ooo…kantor itu bukan passion jadi harus cari pekerjaan baru.” Ternyata tidak sesederhana itu. Itu adalah hak seseorang untuk memutuskan untuk keluar atau menetap di sebuah perusahaan tapi yang paling penting adalah seberapa efektifnya keputusan kita. Dan harus diingat bahwa tidak ada yang namanya “Dream Job”!
Passion tidak perlu dicari. Passion itu sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Syaratnya cukup mudah untuk menyadari apa passion kita itu. Think less feel more. Think less feel more. Think less feel more. Ini mantera kakak hehehe…
Jika kita hanya menggunakan akal untuk membuat sebuah keputusan ya otak kita akan terlalu bising dan akhirnya bisa seperti zombie. Pagi ke kantor, pulang langsung ke rumah. Gajian langsung habis untuk keperluan A-Z. Tapi hati? Kosong! Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran diri bahwa apakah yang kita lakukan ini telah dengan sepenuh hati?
Passion is what you good at and what you enjoy the most. Apa takaran “good at”? Tidak perlu takaran dari perspektif orang lain. Bagi Rene, selama apa yang kita kerjakan benar-benar tulus dari hati maka pasti hasilnya maksimal, paling tidak usaha setengah mati.
Pertanyaan selanjutnya adalah “uang gimana??? Karena gak selamanya passion mendatangkan uang kan.” Nah, itu dia. Rene bilang “The more you ignore money, the more money comes to you.” Saya percaya bahwa the great money will follow the great value. Sekali lagi, usaha saja semaksimal mungkin maka hasil (jika ini dikorelasikan dengan uang) pasti akan maksimal juga datangnya. Bahkan dia bercerita bahwa ada seorang temannya yang mempunyai penghasilan ribuan dolar per bulan tapi dia tidak mengerjakan aktivitasnya dengan hati, toh dia tetap saja kesepian dan merasa kosong. Jadi, semua itu kembali ke hati masing-masing orang dan yang dapat membuatnya bahagia ya diri sendiri.
Nah, Rene juga sempat sharing bahwa kita memerlukan pondasi untuk memperkuat passion kita. Perdalam lagi passionnya. Cari tujuan dari passion kita apa. Misalnya saya suka nulis. Tujuan dari nulis itu untuk apa? Inspirasi orang? Membuat diri terkenal atau apa? Find your purpose.
Setelah ketemu purpose-nya apa maka kita harus melakukan sebuah tindakan untuk mewujudkan hal tersebut. Setahap demi setahap. Kita tidak perlu meyakinkan setiap orang atas keputusan kita. Satu-satunya orang di muka bumi yang perlu diyakinkan atas semua keputusan kita adalah diri kita sendiri.
Ada seorang peserta yang bertanya “lantas bagaimana jika ada anggota keluarga yang tidak setuju dengan keputusan kita?” Rene jawab: “Speak with love language.” Intinya, kita gak bisa bicara tentang keputusan seperti ini dengan emosi yang tinggi. Harus perlahan-lahan menjelaskan kenapa dan bagaimana cara mewujudkan passion kita. Itu alasan kenapa kita harus yakin dulu terhadap diri sendiri atas setiap keputusan pribadi. Jika kita tidak yakin, bagaimana orang lain bisa mendukung?!
Dan be happy! Happy is not expensive. Happy is in here, in our heart.
“Untuk apa mati-matian masuk ke perguruan tinggi negeri? Untuk jadi karyawan di perusahaan terkenal? Untuk jadi PNS? Oke, setelah itu apa? Untuk jadi anak yang dibanggakan orang tua? Untuk dipandang keren oleh mertua? Oke, setelah itu apa? Ya, kalau orang tua senang maka saya akan senang juga?”
Sounds familiar ya kutipan di atas.
Rene: Repot ya…hanya untuk sekedar bahagia. Padahal bahagia itu ada di sekitar kita. Think less feel more. That’s it.
Berikut ini beberapa twit yang saya ambil dari akun Akber Jakarta:
Measurement is fine. untuk memberikan indikasi bukan kepastian hasil.
Worry less! if u cannot change the solutiion, change the problem.
Discovering ur strength | significance.
Discovering ur strength | growth. get ur depth!
Discovering ur strength | be spesific on what’s ur passion
Passion dan purpose adalah produk hati. bersihkan dan tenangkan hatimu. think less, feel more.
Discovering ur strength | 1st of all – focus on ur breathing
If u care, u will simply do it more. jadi, sudahkah anda melihat dunia dengan mata yang baru?
U don’t have to convince the world. 1st of all, convince urself! passion is something u do it because u care.
Do u know what u love?
“Passion is not skills or competencies.”
Jangan terjebak dengan angka-angka atau citra yang terlihat di permukaan. temukan jauh di dalam hatimu.
“Passion is not about the job, passion is about the activity.”
Find your true strength. passion is your significant strength.
So, are u in a dead zone? a walking zombie that have no significant achievement
If u want to change your life, transform ur belief system.
Zombie syndrom: Tidak happy dg pekerjaan, gaji tdk cukup, jabatan mandeg, bos galak dan penuntut
“Forget what u think you know everything
“You are what you believe”
The more you ignore money, the more money comes to you |
Worries & fear in our modern live: money, power, jobs, title, benefits achievement
“The 1st thing: to know how u feel. think less, feel more.”
Terakhir, dari semua slide, sharing yang sangat atraktif yang telah dilakukan, saya jadi ingat kutipan sederhana yang berbunyi “If there is a will there is a way”. Jangan terlalu bising dengan “What if…”. Benar bahwa kita harus selalu sedia payung sebelum hujan tapi tidak ada salahnya jika membiarkan hujan membasahi tubuh kita sekali-kali. Tidak ada yang terkena hujan (kecuali disamber petir dan tertimpa pohon tua yang jatuh) langsung mati kan?
Life is journey, not destination.
Deva




