Tag Archives: sistem kerja

Ayam Berkokok, Saya Tetap Tidur

Disclaimer: tulisan ini dibuat oleh seseorang yang naif berpikir perjalanan pagi selalu akan lancar dan ketika sampai di kantor selalu mengeluh maceeet!

Source: time-management-central.net

Tadi pagi dengan santai saya sarapan roti jam 8 kurang 5 menit. Kemudian muncullah kakak ipar saya yang baru bangun dengan menggunakan celana pendek sambil menenteng Mac. “Deva, kamu gak kerja?”

Saya dengan santainya menjawab, “Kan masuk jam 9, Uda.”

Dengan matanya yang berusaha dipelototin dan bahasa Indonesianya yang terbata-bata, “Saya kerja dari jam 6 jam 12 malam lho, bahkan sering ketiduran di depan komputer.”

Whuaaa…saya tanpa merasa bersalah masih melanjutkan makan dan (disempat-sempatkan) becanda dulu dengan kakak ipar dan keponakan.

Teng teng teng sudah jam 8 lewat 10. Berangkatlah saya dengan roti yang belum habis dimakan diiringi dengan ucapan, “Selamat kerja Devaaaa.” — tampaknya Uda Ed tidurnya nyenyak banget jadi pagi-pagi bisa segar gitu (hehehehe).

Jangan tanya jam berapa saya sampai kantor. Tapi tenang akan saya kasih tahu. Jam 9.07 menit. Apakah dimarahi? Tidak. Karena di kantor tidak ada sistem absen tapi paling tidak ya tahu diri saja kalau terlambat.

Sindiran Uda Ed tadi pagi mengingatkan saya kepada sindiran bos saya beberapa bulan lalu. Ya, saya hidup dengan orang-orang yang sering sekali menyindir.

Saat kami sedang mengadakan media training di kantor klien, ada seorang klien yang lari tergopoh-gopoh masuk ke ruangan absensi. Bos saya kemudian bertanya, “Kenapa harus lari-lari?”

Klien saya menjelaskan bahwa di kantornya ada sistem absensi yang mewajibkan karyawan absen sebelum pukul 8 dan jika datang terlambat walau 5 menit ya ada konsekuensinya.

“Lho memang masuk dan pulang jam berapa?” dengan nada yang sok dibingungkan.

Klien saya dengan polosnya menjawab, “Jam 8 terus pulang jam 6 sore.”

Darrrr waktu itu saya langsung mengerti arah obrolan bos saya dan seketika bos saya dengan tatapan yang penuh drama bilang ke saya, “Tuch, Dev. Masuk jam 8 pulang jam 6. Mmm seru juga kayaknya kalau sistem kita seperti itu. Iya kan Dev?”

Eaaa….saya pun langsung protes dengan cara yang diplomatis. “Pak, tiap perusahaan punya sistem sendiri-sendiri. Sudahlah. Saya nyaman kok dengan sistem kantor kita.”

Sedikit sulit untuk menggambarkan bagaimana situasinya tapi memang sudah menjadi hal biasa kalau saya dan bos sering mengeluarkan kalimat-kalimat yang memang hanya dimengerti kita berdua. Lebih tepatnya kami cocok dalam hal sindir-menyindir.

Sebenarnya sich ya, menurut saya, tidak ada bedanya mau masuk jam 8 kek atau jam 9 kek, tapi lebih ke efisiensi dan efektivitas waktu saja. Sistem kantor saya beda dech dengan sistem kantor pada umumnya. Kami tidak ada sistem absensi, tidak ada disiplin pakaian, boleh pakai kaos, sandal, sepatu, masuk siang (cameramen dan desainer grafis kantor malah masuk jam 11an dan pulang bisa jam 6, 7 atau jam berapa pun) tapi kalau saya memang harus masuk jam 9-5 sore. Tanpa bermaksud memuji terlalu berlebih ke bos saya, dia memang cocok dijadikan contoh bos yang baik (terlepas dari segala kekurangan bahasa Indonesianya yang terbata-bata. Kaboooor). Bayangkan, dia sering tiba di kantor sebelum saya datang dan pulang lebih larut dibandingkan saya. Kadang, malu sich kalau pamit pulang teng jam 5 sore. Hehehe…

Sekali pun saya sering datang terlambat ke kantor, sebenarnya saya bangun pagi lho setiap harinya. Ya jam 6 atau 7 itu sudah pagi buat saya. Masalahnya adalah saya sering membuang waktu untuk mandi terlalu lama atau sarapan yang terlambat untuk dibuat (saya buat sendiri lho sarapan saya). Kemudian ditambah lagi, angkot depan rumah yang selalu ngetem setiap gang. Lampu merah bulungan yang suka banget berwarna merah ketimbang hijau. Bis 605A yang malas banget bergerak atau bis 614 yang jalannya seperti keong. Tepok jidat. Saya jadi menyalahkan sistem dech ketimbang koreksi diri sendiri.

Saya jadi ingat dengan seorang teman saya yang rumahnya di Bintaro dan masuk kerja jam 8 pagi di daerah Depok. Teman saya hanya menjawab singkat, “Berangkat jam setengah 6 pagi Dev.”

Saat mendengar itu saya hanya bisa diam dan malu hati. Betapa kerasnya hidup di Jakarta dan mendadak saya merasa seperti pecundang yang sering datang terlambat ke kantor karena tidak bisa mengatur waktu dengan benar.

Kalau kalian, mulai beraktivitas jam berapa?

Deva

Tagged , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 355 other followers